KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Cabang olahraga bela diri kurash memang masih tergolong baru di telinga penikmat olahraga di Kaltim. Namun demikian, cabor ini cukup menjanjikan. Hebatnya, meski tergolong baru namun Bumi Etam berkesempatan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kurash yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna, GOR Kadrie Oening Samarinda 17-22 Juni.
Opening ceremony dilakukan pada Rabu (18/6) malam. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni hadir mewakili Gubernur Kaltim. Sebelum membuka kejurnas, Sri Wahyuni mengapresiasi kerja keras pengurus provinsi (Pengprov) Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kaltim atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Di bawah kepemimpinan Sapto Setyo Pramono, Sri Wahyuni berharap agar kurash Kaltim bisa berkembang pesat seperti cabor bela diri lainnya. Melalui Kejurnas ini diharapkan bisa melahirkan atlet potensial di masa mendatang.
"Kami dari pemprov pada prinsipnya mendukung kegiatan positif ini. Meski masih baru kepengurusannya di Kaltim namun bisa menggelar Kejurnas adalah sebuah prestasi. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan bisa melahirkan atlet potensial. Selamat datang di Samarinda (Kaltim) para pengurus dari provinsi lain," ucap Sri Wahyuni.
Sementara itu Sapto Setyo Pramono sebagai Ketua Ferkushi Kaltim mengatakan Kejurnas ini mempertandingkan 34 kelas serta diikuti oleh 24 Provinsi dengan total peserta 185. Selain Kejurnas, PB Ferkushi juga telah melaksanakan Rakernas pada Selasa (17/6) di Samarinda.
"Sebuah kehormatan Kaltim bisa menggelar kejurnas kurash, ini menjadi langkah awal untuk membesarkan cabor kurash di Kaltim. Saya berterima kasih kepada Pemprov Kaltim atas dukungannya dan juga kepada PB Ferkushi atas kepercayaannya menggelar Kejuaraan ini," tukas Sapto. (*)
Editor : Ismet Rifani