Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dana Hibah Tak Kunjung Cair, Pengurus Cabor di Kaltim Terpaksa Berutang hingga Gadai BPKB

Rendy Fauzan • Kamis, 24 Juli 2025 | 07:00 WIB
Layar termasuk cabor yang perlu dana besar tiap kali mengirimkan atletnya mengikuti kejuaraan
Layar termasuk cabor yang perlu dana besar tiap kali mengirimkan atletnya mengikuti kejuaraan

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Polemik belum cairnya dana hibah dari pemerintah provinsi ke KONI Kaltim membuat pengurus cabang olahraga (cabor) meradang. Di tengah tuntutan menjaga prestasi tetap pada posisi tertinggi, mereka kesulitan bergerak karena asupan dana yang terbatas. Walhasil, berutang atau menggadai surat berharga jadi alternatif, demi menjaga nama baik daerah.

Hal itu dirasakan Hendra Radinal Ary yang membina tiga cabor: angkat berat, angkat besi, dan binaraga. Beberapa waktu lalu, mereka baru menuntaskan penyelenggaraan kejuaraan provinsi (kejurprov) angkat besi. “Karena belum ada dana dari KONI Kaltim, jadinya kami mencari sponsor dulu, dan tentu enggak maksimal. Enggak mungkin kami memaksa meminjam sesuai kebutuhan pelaksanaannya,” ucap Hendra.

Situasi semakin rumit ketika dia harus memperjuangkan tim binaraga Kaltim bertolak ke Bali untuk mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas), belum lama ini. “Karena enggak punya uang lagi, terpaksa saya gadaikan BPKB mobil. Alhamdulillah, Kaltim dapat 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu,” ucapnya.

Dia tak memungkiri, molornya pencairan hibah ini sangat mengganggu persiapan atlet menghadapi berbagai kegiatan. Termasuk yang akan datang, sudah menanti kejuaraan nasional angkat besi dan berat, masing-masing digelar di Sumatra Utara dan Lampung.

“Sementara sampai sekarang belum ada tanda-tanda NPHD itu ditandatangani. Tentu kami kesulitan sekali. Sudah berprestasi hingga level internasional, dihadapkan dengan kondisi begini, ngeri-ngeri sedap juga,” tukasnya.

Dia berharap pemerintah agar bisa memperhatikan perjuangan yang sudah ditempuh insan olahraga demi meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah di level nasional. “Semua ini kami lakukan demi meraih prestasi terbaik untuk nama Kaltim dan Indonesia,” tegas dia.

Hal senada dirasakan cabor layar. Jauh sebelum problem dana hibah yang telat cair seperti saat ini, mereka tergolong “akrab” dengan utang atau talang-menalang. Maklum, biaya operasional mereka cukup besar. Namun, segala cara mereka upayakan untuk bisa menjaga nama baik layar Kaltim di kancah nasional dan internasional.

Dan, kini, mereka ikut terusik dengan kabar belum cairnya dana hibah dari Pemprov Kaltim ke KONI. “Ini sangat memprihatinkan. Kami membela layar untuk Kaltim dengan segala kemampuan. Ketika dana dari KONI enggak cukup, kami upayakan dari pihak lain. Karena, harus disadari, Kaltim punya potensi besar di layar. Buktinya, sekarang jadi salah satu yang terpandang di nasional,” ucap Ketua Pengprov Persatuan Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Teddy Abay.

Menurutnya, ketiadaan dukungan anggaran imbas hibah yang belum cair akan berefek domino. Pertama, latihan tidak berjalan optimal. Kemudian, kesulitan memfasilitasi keberangkatan tim menuju kejurnas. Akibatnya, hasil tidak maksimal, prestasi pun menurun. Dampak lanjutannya, persaingan menuju PON XXII/2028 Nusa Tenggara akan semakin berat.

“Kita juga akan buta kekuatan lawan kalau sampai tidak bisa ikut kejurnas karena anggaran yang terbatas. Itu berbahaya. Tolong, tolong, tolong! Pembinaan cabor itu berkelanjutan. Sekali saja enggak ikut kejuaraan, posisinya bisa dipastikan turun,” tuntas dia.

Yang paling pusing, tentu saja cabor bela diri. Salah satunya yang merasakan efek negatif terlambatnya pencairan dana hibah ini, adalah gulat. Sebagai salah satu cabor andalan Kaltim, mereka dituntut selalu dalam kondisi terbaik. Untuk itu, latihan harus optimal. Apalagi, pada Oktober mendatang, mereka akan berpartisipasi dalam PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah.

“Padahal untuk bisa sampai ke sana (PON Bela Diri), kami harus terlebih dulu menggelar seleksi. Di samping itu ada juga BK Porprov yang harus digulirkan Agustus nanti. Tapi dengan adanya kondisi seperti ini, kami enggak bisa berbuat banyak,” ucap pelatih gulat Kaltim Sumarlani.

Baca Juga: Pahlawan Olahraga Kukar Terabaikan, Bonus PON Belum Ada Titik Terang

Saat ini para gladiator Bumi Etam hanya bisa berlatih dengan kemampuan seadanya. Sebab, bila dipaksakan dengan kondisi serbaterbatas seperti saat ini, risiko cedera akan membesar. “Semoga pemerintah lebih cepat memproses hibah ini. sehingga program pengprov bisa berjalan dengan baik,” tuntas dia.

Menurut informasi yang dihimpun, saat ini nota perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk pencairan hibah ke KONI Kaltim sudah ada di meja Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Hanya menunggu waktu hingga dokumen itu ditandatangani agar dana hibah segera dicairkan. (*)

 

 

 

 

 

Editor : Ery Supriyadi
#KONI kaltim #Pengurus Cabor #dana hibah #berutang #BPKB Mobil #Gubernur Kaltim Rudy Mas ud