Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perpisahan Dini PSSI dengan Patrick Kluivert, Berapa Estimasi Pesangon yang Harus Dibayar Federasi?

Ari Arief • Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:59 WIB

 

 

Patrick Kluipert.
Patrick Kluipert.

KALTIMPOST.ID, Pada Kamis (16/10) siang WIB, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan Patrick Kluivert beserta seluruh tim kepelatihannya, yang mencakup level timnas senior hingga junior. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan: berapa total kompensasi atau pesangon yang harus dikeluarkan PSSI?

Kesepakatan pemutusan kontrak dilakukan berdasarkan kesepahaman antara PSSI dan jajaran pelatih yang semula terikat kontrak selama dua tahun. Dengan demikian, tugas Kluivert bersama Timnas Indonesia berakhir lebih cepat dari jadwal perjanjian awal.

PSSI menjelaskan bahwa pemutusan hubungan kerja ini didasarkan pada kesepakatan kedua belah pihak. Langkah tersebut diambil setelah melalui serangkaian evaluasi internal dan pembahasan mengenai arah strategis pembinaan sepak bola nasional.

Penghentian kerja sama ini berlaku untuk seluruh struktur kepelatihan di bawah kendali Kluivert, yang berarti tim pelatih yang menangani Timnas senior, U-23, dan U-20 juga turut dilepas dari jabatannya.

Seperti diketahui, salah satu faktor yang disorot adalah kegagalan Kluivert membawa Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026, setelah Timnas Indonesia tersingkir di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Patrick Kluivert datang ke Indonesia pada awal tahun 2025 dengan reputasi mentereng sebagai mantan bintang Barcelona, AC Milan, dan Ajax Amsterdam, dan diharapkan membawa perubahan signifikan bagi sepak bola nasional. Namun, masa kerja pelatih asal Belanda itu harus berakhir lebih cepat dari rencana.

Menurut informasi yang beredar, Kluivert menandatangani kontrak awal berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun.

Dalam kontrak tersebut, ia dilaporkan menerima gaji fantastis, diperkirakan antara Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,5 miliar per bulan, atau setara dengan Rp 18 miliar per tahun.

Meskipun PSSI belum mengeluarkan angka resmi, perkiraan dari beberapa sumber menyebutkan total nilai kontrak dua tahun Kluivert mencapai sekitar Rp36 miliar. Mengingat masa kerja Kluivert baru berjalan sekitar sembilan hingga sepuluh bulan sejak awal 2025, masih tersisa sekitar 14 hingga 15 bulan dalam kontraknya.

Jika PSSI benar-benar menghentikan kerja sama lebih awal, federasi wajib membayarkan kompensasi sesuai sisa masa kontrak tersebut.

Dengan asumsi gaji bulanan antara Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,5 miliar, PSSI setidaknya perlu menanggung biaya kompensasi kontrak sisa senilai Rp 33,8 miliar hingga Rp 39 miliar.

Jumlah ini bahkan belum memperhitungkan klausul tambahan seperti penalti pemutusan kontrak, bonus loyalitas, atau biaya administrasi lain yang umumnya tertera dalam kontrak pelatih asing.

Apabila perhitungan total kompensasi ini akurat, keputusan PSSI untuk melepas Patrick Kluivert secara dini akan memaksa federasi mengeluarkan dana puluhan miliar rupiah hanya untuk menyelesaikan kewajiban kontraktual.

Editor : Hernawati
#pssi #patrick kluivert #pesangon #patrick kluivert dipecat