KALTIMPOST.ID, KUDUS – Tak sekadar menjadi peserta, kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) menutup gelaran PON Bela Diri 2025 di Kudus dengan torehan membanggakan. Dari 10 cabang olahraga yang dipertandingkan, Kaltim sukses menembus lima besar nasional, prestasi yang menegaskan konsistensi mereka sebagai kekuatan terbaik di luar Pulau Jawa.
Euforia kemenangan itu masih terasa di arena. Sorak sorai, pelukan, dan air mata bahagia mengiringi momen penutupan di Djarum Arena 3AB, GOR Kaliputu, Sabtu (26/10/2025). Di tengah suasana haru, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim.
“Ini bukan sekadar medali, tapi simbol martabat dan kerja keras yang luar biasa. Terima kasih kepada semua pejuang bela diri Kaltim di PON Kudus 2025,” ucapnya penuh emosi.
Menurut Rusdi, keberhasilan ini merupakan hasil dari dedikasi kolektif antara pengurus, pelatih, dan atlet yang berjuang tanpa kenal lelah di matras. Ia menegaskan, capaian ini menjadi awal kebangkitan Kaltim menuju PON berikutnya.
“Prestasi ini bukan akhir, tapi awal. Mari kita kobarkan semangat dan siapkan strategi menuju PON 2028 di NTB–NTT. Kaltim tidak sekadar berlaga, Kaltim datang untuk menaklukkan,” tegasnya optimistis.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman secara resmi menutup ajang yang mengusung tema “Bela Diri itu Prestasi”. Ia mengapresiasi penyelenggaraan yang dinilai sukses berkat dukungan masyarakat Kudus dan Djarum Foundation sebagai mitra.
Marciano menilai, cabang olahraga bela diri memiliki peran penting dalam melahirkan atlet nasional berprestasi internasional.
“Juara SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade berawal dari juara PON Bela Diri,” tuturnya sebelum menyerahkan bendera tuan rumah kepada Sulawesi Utara, yang akan menjadi penyelenggara berikutnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi