Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Terancam Sanksi Berat, Komdis PSSI Jatim Sidangkan Pemain PS Putra Jaya Muhammad Hilmi

Ari Arief • Selasa, 6 Januari 2026 | 16:33 WIB

 

LAGA: PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang berlaga di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura.
LAGA: PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang berlaga di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura.

KALTIMPOST.ID,BANGKALAN-Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur kini tengah mendalami kasus pelanggaran disiplin serius yang terjadi pada pertandingan antara PS Putra Jaya Pasuruan kontra Perseta 1970 Tulungagung.

Laga yang digelar di Stadion Bangkalan pada Senin (5/1/2026) tersebut diwarnai tindakan anarkis di lapangan.

Ketua Komdis PSSI Jatim, Makin Rahmat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi bukti kuat berupa rekaman video dan laporan resmi dari perangkat pertandingan.

Dalam bukti tersebut, pemain PS Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, kedapatan melakukan aksi kekerasan fisik yang fatal terhadap pemain lawan.

"Kejadiannya pada menit ke-72 saat posisi skor 0-4 untuk keunggulan Perseta. Jika merujuk pada rekaman video, secara subjektif saya menilai ini adalah pelanggaran yang sangat berat," kata Makin.

Baca Juga: Bentrok Belasan Anggota TNI vs Brimob di Buton Selatan Gara-gara Sepakbola

Ancaman Larangan Bermain Seumur Hidup

Aksi brutal tersebut terjadi saat Hilmi terlihat menghantam bagian dada Firman, pemain Perseta 1970, dengan tendangan kaki kanan.

Menanggapi hal ini, Komdis telah menjadwalkan persidangan pada Selasa, 11 Januari 2026, pukul 11.00 WIB untuk menentukan sanksi yang tepat.

Berdasarkan Pasal 48 Kode Disiplin PSSI, tindakan Hilmi masuk dalam kategori pelanggaran disiplin berat.

Tak main-main, pelaku terancam hukuman maksimal berupa larangan berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup.

"Keputusan final akan diambil dalam sidang hari ini. Kami berupaya agar hasilnya bisa segera dipublikasikan setelah seluruh pemeriksaan rampung," imbuhnya.

Kondisi Korban dan Respons Cepat Panpel

Baca Juga: Juru Taktik Dipertahankan, Seleksi Tim Sepakbola Bontang di Porprov Direncanakan Setelah Lebaran

Hingga saat ini, Firman masih harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit akibat benturan keras tersebut.

Pihak Komdis masih memantau perkembangan kondisi kesehatan Firman guna menentukan apakah ia perlu dirujuk ke Surabaya untuk penanganan lebih lanjut atau tetap di Bangkalan.

Di sisi lain, Makin Rahmat memberikan apresiasi tinggi kepada Panitia Pelaksana (Panpel) yang bertindak cepat dalam memberikan pertolongan medis di lapangan.

"Kami sangat menghargai kesigapan Panpel dalam menangani korban. Hal ini krusial untuk mencegah terjadinya tragedi fatal di lapangan hijau, seperti peristiwa memilukan yang menimpa almarhum Choirul Huda," tegas Makin.

Hasil resmi dari sidang Komdis PSSI Jatim ini nantinya akan disampaikan kepada publik segera setelah seluruh proses administrasi dan verifikasi selesai dilakukan.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#pssi #muhammad hilmi #PS Putra Jaya #pasuruan #jawa timur #tulungagung #komdis