KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sorak penonton di GOR Segiri Samarinda mendadak terasa berbeda, Jumat (6/2/2026). Bukan karena aksi slam dunk atau gemuruh musik pembuka. Melainkan dari satu momen sederhana yang langsung mencuri perhatian sejak awal pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026 East Kalimantan.
Satu per satu pemain memasuki lapangan. Namun, langkah mereka tak sendiri. Di samping para atlet muda itu, berjalan sosok yang selama ini memberi dukungan dari balik ruang kelas: guru idola mereka.
Konsep ini menjadi kejutan. Biasanya, momen emosional semacam ini hadir di final party. Kali ini, panitia justru membukanya sejak awal kompetisi. Sebuah pesan kuat bahwa perjalanan prestasi tak pernah lepas dari peran para pendidik.
Baca Juga: Jembatan Penghubung di Sebuntal Rusak, Pemkab Kukar Siapkan Jembatan Darurat
Tanpa dekorasi berlebihan, tanpa tata cahaya megah. Justru kesederhanaannya yang membuat suasana terasa hangat. Penonton seolah diajak melihat sisi lain para pemain DBL, bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai murid.
Bagi Rangga Aditya Saputra, pemain SMAN 5 Balikpapan, momen tersebut terasa sangat personal. Ia mengaku bangga bisa menggandeng guru favoritnya saat melangkah ke tengah lapangan.
Menurut Rangga, konsep pembukaan ini mungkin terlihat sederhana. Namun, maknanya begitu dalam. Ia menyebut pengalaman itu akan selalu diingat, bahkan setelah kompetisi berakhir.
"Konsepnya bagus, kita bisa gandeng guru favorit kita di lapangan. Tentu ini pengalaman yang berharga dan berkesan," terang Rangga.
Baca Juga: THR PNS 2026 Diprediksi Cair Maret, Lulusan SMA hingga Sarjana Bisa Dapat Segini
Opening party Honda DBL Kaltim musim ini pun mendapat banyak pujian. DBL kembali membuktikan bahwa inovasi tak selalu soal kemewahan, melainkan tentang menyentuh sisi emosional para pelakunya.
Dari GOR Segiri, DBL Kaltim membuka musim dengan cara yang berbeda. Lebih dekat, lebih manusiawi, dan penuh cerita. (*)
Editor : Ery Supriyadi