KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Hari keempat Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026 East Kalimantan benar-benar menjadi panggung tumbangnya tim-tim unggulan. Setelah SMAN 5 Balikpapan dan SMAN 2 Samarinda, giliran SMAN 1 Samarinda yang harus angkat koper lebih awal.
Langkah tim basket putra Smansa Samarinda terhenti usai ditaklukkan SMAN 3 Samarinda dengan skor 25-21. Duel sesama wakil Kota Tepian itu berlangsung di GOR Segiri Samarinda, Senin (9/2), dengan tensi tinggi sejak tip-off.
Sebagai rival abadi, kedua tim tampil saling ngotot. Adu strategi dan emosi kerap mewarnai jalannya pertandingan, membuat atmosfer di arena semakin panas.
Namun, Smaga Samarinda tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Mereka mampu menjaga fokus di momen-momen krusial hingga akhirnya mengunci kemenangan tipis 25-21.
Hasil tersebut memastikan skuad Smaga Samarinda melaju ke fase big eight. Sebaliknya, Smansa Samarinda harus mengubur mimpi melanjutkan langkah di DBL Kaltim musim ini.
Pelatih Smaga Samarinda, Dicky Valentino, mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Ia menyebut laga sarat gengsi seperti ini justru menjadi tantangan yang paling dinantikan.
“Pertandingan berlangsung sangat sengit. Kami sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing karena memang rival,” ujar Dicky kepada Kaltim Post usai laga.
Baca Juga: Megawati Terima Doktor Honoris Causa ke-11 di Riyadh, Pengakuan Dunia untuk Peran Perempuan
Ia pun bersyukur timnya mampu keluar sebagai pemenang dan melangkah ke babak berikutnya.
“Saya bersyukur bisa memenangkan pertandingan ini dan masih lanjut ke big eight,” pungkas Dicky. (*)
Editor : Ery Supriyadi