SAMARINDA – Pertarungan sengit tersaji di babak fantastic four Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026 East Kalimantan, Kamis (12/2). Tim basket putri SMAN 3 (Smaga) Samarinda akan menantang SMAN 16 (Smanas) Samarinda demi tiket menuju final party.
Di atas kertas, Smaga lebih diunggulkan. Namun, pelatih Smaga, Sandy Indra Cahya, menegaskan timnya tidak akan meremehkan lawan.
Pasalnya, Smanas Samarinda sukses mencetak sejarah dengan melangkah sejauh ini. Status kuda hitam yang melekat pada tim asuhan Refrizal Saputra justru membuat mereka semakin berbahaya.
Baca Juga: Seno Aji Temui Ikapakarti Paser, Pesan Filosofi Keris Jadi Sorotan
“Smanas bisa sejauh ini karena mereka punya semangat pantang menyerah. Mereka tim bagus dan kami sangat mewaspadai itu,” ujar Sandy.
Smaga menyadari laga ini bukan sekadar formalitas. Smanas dinilai memiliki potensi besar untuk menyulitkan, terutama jika mampu menjaga momentum dan kepercayaan diri.
Menghadapi duel krusial ini, Sandy mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap penampilan Mecca dan kawan-kawan di pertandingan sebelumnya. Ia ingin anak asuhnya tampil lebih disiplin dan fokus pada strategi yang telah disiapkan.
“Saya selalu mengembalikan kepada pemain, mau sejauh mana mereka melangkah tahun ini. Kalau ingin lebih jauh, harus kerja keras dan bermain sesuai game plan,” tegasnya.
Baca Juga: Virus Nipah Mengintai Asia, Paser Perketat Pengawasan Kapal Asing
Laga Smaga kontra Smanas diprediksi berlangsung ketat. Satu tiket final party DBL Samarinda menjadi taruhan, dan tak ada ruang untuk lengah di fase penentuan ini. (*)
Editor : Ery Supriyadi