KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Kejuaraan World Climbing Asia Championship Meishan 2026 di Tiongkok pada 7–12 April menjadi ajang penting bagi tim panjat tebing Indonesia.
Kompetisi ini dimanfaatkan sebagai peluang terakhir untuk mengamankan tiket menuju Asian Games 2026.
Manajer tim nasional panjat tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menegaskan bahwa fokus utama tim adalah meloloskan sebanyak mungkin atlet.
“Fokus kami pada ajang ini adalah lolos ke Asian Games 2026. Event ini jadi prakualifikasi terakhir,” ujarnya dalam konferensi pers di Bekasi.
Baca Juga: Megawati Masih Cedera, Pelatih Akui Performa JPE Belum Maksimal
Indonesia dijadwalkan menurunkan total 16 atlet dalam kejuaraan tersebut. Wahyu berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga target kelolosan bisa tercapai secara maksimal.
Optimisme serupa disampaikan Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid. Ia menegaskan target tidak hanya sekadar lolos, tetapi juga meraih prestasi di Asian Games mendatang.
Menurutnya, dukungan ekosistem menjadi faktor penting dalam pengembangan atlet. Mulai dari pembinaan yang berkelanjutan hingga penyediaan fasilitas yang memadai.
“FPTI bertugas menyiapkan ekosistem agar latihan maksimal dan potensi atlet terasah. Kami juga berharap dukungan pemerintah, baik sebelum maupun sesudah keberangkatan, termasuk pemberian insentif,” ujarnya.
Baca Juga: Max Verstappen Tinggalkan F1 Sementara, Jajal Balapan Ekstrem Nürburgring
Dengan persiapan tersebut, tim panjat tebing Indonesia berharap dapat memaksimalkan peluang di Kejuaraan Asia sekaligus membuka jalan menuju prestasi di Asian Games 2026. (*)