Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Anggaran Porprov Dipangkas, Percasi Kaltim Tetap Gas: Nasib Atlet Jadi Sorotan

Nasya Rahaya • Selasa, 7 April 2026 | 16:41 WIB
Ketua Pengprov Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan kesiapan cabor catur menghadapi Porprov Kaltim VIII/2026 di tengah keterbatasan anggaran, termasuk perhatian pada kesejahteraan atlet. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Ketua Pengprov Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan kesiapan cabor catur menghadapi Porprov Kaltim VIII/2026 di tengah keterbatasan anggaran, termasuk perhatian pada kesejahteraan atlet. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Meski menghadapi tekanan anggaran yang kian menyempit, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur tetap tancap gas mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026.

Berbagai persiapan terus dimatangkan. Mulai dari aspek teknis penyelenggaraan hingga koordinasi dengan pengurus cabang (pengcab) di kabupaten/kota, seluruhnya diklaim berjalan sesuai rencana.

Porprov VIII yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026 memang sejak awal dibayangi efisiensi anggaran. Dari usulan awal sekitar Rp 60 miliar, realisasi anggaran diperkirakan hanya mencapai setengahnya. Hingga kini, angka final masih dalam pembahasan pemerintah provinsi.

Baca Juga: Realisasi Baru Rp 15 Miliar per Tahun, Kaltim Serius Gali PAD dari Pajak Air Permukaan Industri

Di tengah kondisi tersebut, Percasi Kaltim memastikan persiapan tidak akan terhambat. Fokus tidak hanya pada atlet, tetapi juga pada kesiapan wasit dan perangkat pertandingan.

Ketua Pengprov Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan bahwa berbagai kebutuhan teknis telah dipersiapkan, termasuk koordinasi intensif dengan tuan rumah.

“Teknis penyelenggaraan sudah kami siapkan, termasuk wasit dan hal pendukung lainnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pengcab Percasi di Kabupaten Paser,” ujarnya.

Namun, Reza mengakui keterbatasan anggaran tetap menjadi tantangan serius. Ia menilai pemerintah daerah perlu memberi perhatian lebih, tidak hanya pada cabang olahraga catur, tetapi juga seluruh cabang olahraga lainnya.

Baca Juga: Polres PPU Blender 42 Paket Sabu Senilai Rp24 Juta, Barang Haram Diduga Pasokan dari Samarinda

“Ke depan perlu ada ruang yang lebih baik dari pemerintah daerah. Bukan hanya catur, tetapi semua cabang olahraga juga perlu diperhatikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti persoalan klasik yang kerap terjadi, yakni kesejahteraan atlet setelah meraih prestasi.

“Banyak atlet sudah berjuang dan mendapatkan medali, tetapi setelah itu justru dilupakan,” katanya.

Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga mencakup program latihan, training center (TC), hingga pemberian penghargaan yang layak bagi atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan.

Baca Juga: Kabar Baik dari Pasar, Harga Pangan di PPU Mulai Melandai, Stok Dipastikan Aman

“Pembinaan harus lengkap, mulai dari latihan, TC, hingga hasil akhirnya berupa kesejahteraan atlet, pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk venue pertandingan catur di Porprov VIII, pihaknya masih menunggu keputusan dari KONI. Meski demikian, Reza optimistis cabang olahraga catur tidak akan mengalami kendala berarti terkait fasilitas.

“Catur ini olahraga yang relatif hemat. Cukup di aula dengan fasilitas memadai, sudah bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#kesejahteraan atlet #catur Kaltim #percasi kaltim #porprov 2026 #Anggaran Olahraga