KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Regenerasi atlet cabang olahraga catur di bawah naungan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur mulai menunjukkan perkembangan. Meski demikian, muncul pertanyaan besar mengenai kesiapan mereka bersaing di level nasional.
Ketua Pengprov Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mengakui bahwa bibit-bibit muda terus bermunculan. Namun, pengalaman bertanding di ajang nasional masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terjawab.
“Memang saat ini regenerasi sudah mulai terlihat. Namun, untuk peluang bertanding di level nasional, jam terbang mereka masih sangat minim,” ujarnya.
Baca Juga: Viral! Anak Sekolah di Busang Kutim Seberangi Sungai Tanpa Jembatan, Taruhkan Nyawa Demi Belajar
Kondisi tersebut berdampak pada komposisi tim catur Kaltim yang saat ini masih bertumpu pada sektor putri. Sementara itu, atlet putra dinilai masih membutuhkan waktu untuk berkembang, baik dari sisi teknik maupun strategi.
“Untuk tim saat ini, kami masih berharap pada atlet putri. Sementara atlet putra masih dalam tahap pengembangan, baik teknik maupun strategi yang dilatih oleh bidang pembinaan prestasi,” jelasnya.
Reza menegaskan, pembinaan atlet tidak bisa hanya dibebankan kepada pengurus provinsi. Ia meminta dukungan dari KONI serta pemerintah daerah, mengingat sebagian besar atlet berada di bawah pembinaan pengurus cabang di kabupaten/kota.
“Kami juga meminta dukungan KONI sebagai induk olahraga, serta perhatian pemerintah daerah. Pembinaan atlet ini ada di Pengcab kabupaten/kota, karena mereka yang memiliki atlet,” tegasnya.
Baca Juga: Anggaran Porprov Dipangkas, Percasi Kaltim Tetap Gas: Nasib Atlet Jadi Sorotan
Menurutnya, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) harus dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menjaring atlet potensial yang siap melangkah ke level lebih tinggi.
“Porprov ini menjadi ajang untuk mencari atlet yang benar-benar siap bersaing dan dipersiapkan menuju event berikutnya, yaitu PON,” pungkasnya. (*)