KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus berupaya memperkuat regenerasi atlet. Keterbatasan jumlah atlet aktif membuat organisasi ini harus mencari cara baru dalam proses penjaringan.
Ketua FPTI Kubar, Muhammad Teddy Rakhmat, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki sekitar 10 atlet aktif. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam kepengurusan yang ia pimpin.
“Dengan minimnya atlet Kubar saat ini, kami akan menjalankan program kepengurusan yang bersinergi dengan FPTI Kaltim,” ujarnya.
Baca Juga: Polres Paser Ungkap Penimbunan 2,1 Ton BBM Pertalite di Long Ikis, Begini Modusnya
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memanfaatkan event budaya daerah, seperti Dahau, untuk menarik minat masyarakat. Dalam kegiatan itu, FPTI membuka ruang pengenalan panjat tebing melalui konsep fun climbing.
“Biasanya kami diberi ruang atau mengambil space, lalu membuat fun climbing. Dari situ kami mendata anak-anak, kemudian kami bawa ke venue untuk latihan,” jelasnya.
Namun, proses rekrutmen tersebut tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan fasilitas membuat sebagian atlet pemula cepat merasa bosan karena minimnya variasi jalur panjat.
“Sehingga muncul kebosanan dari hasil rekrutmen itu karena tidak ada volume baru dan tidak ada jalur-jalur baru untuk anak-anak,” ungkap Teddy.
Ke depan, FPTI Kubar berencana memperluas pembinaan dengan menyasar sekolah-sekolah, komunitas pecinta alam, hingga pramuka. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga panjat tebing.
Baca Juga: Liga Champions: Atletico Madrid vs Barcelona, Simeone Ingin Ulang Sukses Hancurkan Blaugrana
Meski menghadapi keterbatasan, FPTI Kubar tetap mencatat prestasi. Pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Junior 2024 di Balikpapan, Kubar berhasil meraih satu medali perak.
“Dari sisi venue, kami bisa menghasilkan satu perak di Kejurda Junior 2024 di Balikpapan,” katanya.
Teddy memastikan atlet peraih medali tersebut masih aktif berlatih hingga kini. Program latihan juga terus berjalan rutin setiap hari.
“Masih aktif, setiap hari kami latihan dengan pelatih. Sekitar 10 atlet ini berlatih setiap sore, khususnya di boulder,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi