KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Indonesia (HI) Kalimantan Timur terus mempersiapkan kekuatan terbaiknya untuk menghadapi agenda nasional tahun ini. Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Hapkido di Samarinda yang dijadwalkan pada Mei menjadi titik awal pembinaan atlet.
Sekretaris Pengprov HI Kaltim, Juli Prastomo, mengatakan Kejurprov menjadi filter utama untuk menjaring atlet terbaik yang akan dipersiapkan menuju Kejurnas Lampung.
“Kejurprov adalah tolok ukur pembinaan di daerah. Kami berharap muncul bibit-bibit baru yang bisa menjadi andalan Kaltim untuk berlaga di Sulawesi Utara nanti,” ujarnya.
Baca Juga: Demo Besar Selasa, Disdikbud Samarinda Atur Pola Belajar SD-SMP
Hingga saat ini, syarat utama untuk tampil di PON Bela Diri adalah peraih medali emas dan perak pada Kejurnas periode 2024–2026. Berdasarkan hasil Kejurnas 2025, Kaltim baru mengamankan empat atlet yang dipastikan lolos, yakni Janitra Cikan, Jihan Salsabila, Yogie Pratama Putra, dan Nur Rahmawaty.
Untuk menambah peluang, Pengprov HI Kaltim akan memaksimalkan Kejurnas Lampung pada September mendatang sebagai kesempatan terakhir bagi atlet Benua Etam merebut tiket PON.
Namun, langkah menuju prestasi nasional ini tidak tanpa hambatan. Saat ini, KONI Kaltim menerapkan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah yang berdampak pada terbatasnya pendanaan keikutsertaan dalam berbagai event.
“Kondisi ini membuat kucuran dana untuk mengikuti setiap event menjadi terbatas,” tambah Juli.
Baca Juga: Aris Triyanto Resmi Jabat Karutan Tanah Grogot, Gantikan Yusuf Mukharrom
Meski demikian, Hapkido Kaltim tetap bergerak dengan sejumlah strategi. Pertama, melalui dana swadaya dengan menghimpun kekuatan internal organisasi. Kedua, menjalin kemitraan dengan mencari sponsor eksternal yang peduli terhadap prestasi olahraga.
“Terakhir, sinergi daerah dengan memberdayakan KONI serta pengcab di kabupaten/kota untuk ikut berkontribusi dalam keberangkatan atlet,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi