Bangun Ekosistem Atlet Mahasiswa: Campus League Musim 1 Targetkan 5 Kota Besar, Samarinda Masuk Sasaran Ekspansi

Dina Angelina • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 13:15 WIB
Kompetisi olahraga bertajuk Campus League di-launching di Jakarta, Senin (20/4) lalu.

 
Kompetisi olahraga bertajuk Campus League di-launching di Jakarta, Senin (20/4) lalu.  

 

KALTIMPOST.ID - Atlet mahasiswa kini memiliki satu wadah baru untuk unjuk gigi. Kompetisi olahraga antarperguruan tinggi, Campus League resmi meluncurkan pertandingan Musim 1. Kegiatan Grand Launching telah berlangsung di UP at Thamrin Nine, Jakarta, Senin (20/4).

Peluncuran ini menjadi tonggak sejarah lahirnya ekosistem olahraga kampus di Indonesia. Targetnya tidak sekadar fokus pada penyelenggaraan event sementara. Melainkan dapat membangun infrastruktur jangka panjang demi mendukung masa depan student-athlete (atlet mahasiswa) Tanah Air.

Musim 1 Campus League merupakan lompatan besar dari Musim 0 yang hanya mempertandingkan futsal di Jakarta dan Yogyakarta pada 2025. Mulai tahun ini, kompetisi berekspansi secara signifikan ke Samarinda, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Tiga cabang olahraga utama, yaitu basket, badminton, dan futsal akan digelar di lima regional secara berkesinambungan. Pertama dari cabor basket bergulir April hingga Juni, badminton dan futsal pada Desember 2026.

CEO Campus League, Ryan Gozali mengatakan, inisiatif ini lahir untuk menjawab tantangan masa depan mahasiswa yang aktif berolahraga. Usai lulus dari perguruan tinggi, mereka kerap tidak menjadi atlet profesional sebagai jalan karier utama.

Baca Juga: Logistik Terdampak BBM Naik, HIPMI Samarinda: Siasati dengan Angkutan Sekali Jalan

Kini Campus League hadir untuk memastikan pengalaman kompetitif di kampus menjadi investasi berharga bagi pembentukan karakter dan karier profesional mereka.

“Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun, mereka memiliki potensi besar menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” ujarnya.

Ryan menjelaskan, hal itu bukan tanpa alasan. Sebab atlet mahasiswa memiliki mentalitas yang berbeda. Mereka ditempa melalui kompetisi olahraga. Sehingga menghasilkan soft skills krusial.

“Seperti manajemen waktu, resiliensi (ketangguhan), disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan,” tuturnya. Pihaknya menghadirkan Campus League bukan hanya sebagai penyelenggara liga.

Namun infrastruktur pengembangan diri. Olahraga sebagai sarana strategis dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang komprehensif. Dia menambahkan, visi besar Campus League turut mendapat dukungan penuh dari para mitra strategis.  Terutama Bayan Peduli dan Polytron sebagai sponsor utama.

Sementara itu, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyoroti pentingnya kolaborasi ini dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan bagi talenta muda, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Kami percaya investasi terbaik adalah pengembangan manusia melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League,” sebutnya. Nantinya tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda.

“Bayan Group berkomitmen untuk terus ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ dengan menyediakan wadah inklusif bagi talenta lokal,” tegasnya. Sehingga mampu bersinar di kancah nasional maupun internasional.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo menambahkan, olahraga kampus adalah miniatur dari dunia profesional. Campus League yang berinvestasi pada infrastruktur untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan daya juang para student-athlete.

Polytron hadir untuk melengkapi perjalanan tersebut melalui infrastruktur teknologi. Pihaknya menambah keseruan di Campus League dengan menghadirkan Polytron Luxia sebagai pendamping perjalanan akademis mereka di kampus.

Laptop yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mahasiswa dengan mobilitas tinggi. Keunggulan desain ringan, daya tahan baterai awet, dan performa tangguh.

“Kami menyadari sebagian besar atlet mahasiswa akan merintis karier gemilang di luar arena olahraga. Polytron Luxia berkomitmen mengawal setiap langkah transisi mereka,” ungkapnya.

Baik mencetak prestasi di lapangan, mengejar nilai di ruang kuliah, hingga kelak memimpin di dunia profesional. Campus League berlandaskan pada tiga pilar utama: akademik (academics), atletisme (athleticism), dan afiniti (affinity).

Ketiga fondasi ini dirancang agar generasi muda Indonesia memiliki pendidikan formal yang berkualitas, fisik yang tangguh, serta kepekaan sosial yang tinggi. Terinspirasi dari The National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat.

Sebagai puncak perhelatan Musim 1, Campus League akan menggelar UniGames, sebuah ajang multi-sports berskala nasional antarkontingen kampus yang mengadopsi semangat multievent bergengsi seperti PON dan Olimpiade.

Berlokasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, UniGames akan mempertandingkan cabor tambahan yang meliputi taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepak bola putri, basket 3x3, dan atletik.

Predikat Grand Champions akan dianugerahkan kepada kampus dengan raihan akumulasi medali emas terbanyak sejak cabor pembuka hingga penutupan UniGames. (*)

Editor : Sukri Sikki
Ekosistem Olahraga mahasiswa perguruan tinggi atlet