Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KBL 2026 Hadirkan KU-10 Mix, Klub Sebut Jadi Investasi Besar Basket Kaltim

Doni Aditya Haryono • Rabu, 22 April 2026 | 08:33 WIB
KBL KU 10 Mix menjadi salah satu daya tarik tersendiri tahun ini. (DONI ADITYA/KALTIM POST)
KBL KU 10 Mix menjadi salah satu daya tarik tersendiri tahun ini. (DONI ADITYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA -  Kaltim Basketball League (KBL) 2026 hadir dengan format berbeda. Pada edisi kali ini, tidak lagi mempertandingkan kategori kelompok usia (KU) 16 ke atas.

Meski demikian, Perbasi Kaltim sebagai penyelenggara tetap menghadirkan kategori KU-10 Mix. Kehadiran kelompok usia ini justru menjadi daya tarik tersendiri dalam kompetisi tahun ini.

Ketua Perbasi Kaltim, Darwin Tandrin, menjelaskan bahwa keputusan mempertandingkan KU-10 Mix merupakan bentuk apresiasi terhadap klub yang memiliki akademi pembinaan.

Baca Juga: Viral Tendangan Brutal di EPA U-20, Jacksen Soroti Krisis Pembinaan

Menurutnya, pada usia tersebut, anak-anak mulai dikenalkan dengan dasar-dasar bermain basket yang baik dan benar. Selain itu, pembinaan mental juga menjadi fokus utama.

“Kita tetap gelar KU-10 agar anak-anak bisa mencintai olahraga basket. Di usia ini, prestasi bukan patokan utama, tetapi lebih kepada pengembangan diri, baik dari sisi permainan maupun mental bertanding,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, KU-10 Mix di KBL 2026 dimainkan dalam dua kuarter dengan durasi waktu penuh di setiap kuarter.

Apresiasi juga datang dari pelatih Bluesky Balikpapan, Bobby Santosa. Ia menilai kehadiran kategori KU-10 Mix menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi basket di Kalimantan Timur.

Menurutnya, kompetisi resmi seperti KBL memberi ruang bagi klub untuk mengembangkan potensi pemain sejak dini.

Baca Juga: 15 Poster Hari Bumi 2026 Terbaru, Lengkap dengan Caption Inspiratif untuk Edukasi Lingkungan

“Ini sesuatu yang spesial. KBL mempertandingkan KU-10 akan menjadi investasi jangka panjang bagi perkembangan basket di daerah,” ucapnya.

Bobby berharap ke depan Perbasi di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dapat memperbanyak turnamen usia dini. Dengan begitu, pemain muda terbiasa bertanding sesuai standar kompetisi yang lebih tinggi.

“Standar di KBL ini sudah nasional. Jadi anak-anak terbiasa bermain sesuai aturan. Harapannya, mereka bisa menjadi pebasket andalan Kaltim di masa depan. Bahkan, kategori ini bisa terus dipertahankan atau ditambah, misalnya KU-9,” pungkasnya. (*)

 
Editor : Ery Supriyadi
#KU-10 Mix #KBL 2026 #Basket Kaltim #pembinaan usia dini #Perbasi Kaltim