Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Porprov Kaltim 2026 Dipastikan November, Durasi Dipangkas demi Efisiensi

Nasya Rahaya • Kamis, 30 April 2026 | 19:09 WIB
Rusdiansyah Aras memimpin rapat koordinasi KONI Kaltim bersama perwakilan cabang olahraga di Samarinda, Kamis (30/4), membahas persiapan teknis Porprov VIII/2026 di Kabupaten Paser. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Rusdiansyah Aras memimpin rapat koordinasi KONI Kaltim bersama perwakilan cabang olahraga di Samarinda, Kamis (30/4), membahas persiapan teknis Porprov VIII/2026 di Kabupaten Paser. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Persiapan teknis Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Kabupaten Paser mulai dipercepat. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim menggelar rapat koordinasi bersama perwakilan cabang olahraga, Kamis (30/4), di Samarinda.

Rapat tersebut dipimpin Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras. Agenda utamanya meliputi penetapan technical delegate (TD), usulan panitia pelaksana, serta penunjukan wasit dan juri.

Dalam kesempatan itu, pria yang karib disapa Rusdi itu menegaskan, Porprov Kaltim tetap digelar pada 14–27 November 2026. Kepastian ini disampaikan setelah sebelumnya sempat muncul wacana penundaan hingga 2027.

Baca Juga: Hetifah Sjaifudian Tekankan Kolaborasi dan Perencanaan Berbasis Data di Musrenbang RKPD 2027 Kaltim, Dorong SDM Unggul dan Infrastruktur Inklusif

Menurut dia, penundaan ke tahun berikutnya akan berdampak pada padatnya agenda olahraga. Sejumlah event seperti Popda, Prapopnas, Sukan Borneo, hingga babak kualifikasi PON berpotensi bertabrakan.

“Memang sempat ada usulan penundaan. Namun, kami upayakan tetap 2026 agar tidak terjadi penumpukan agenda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan jadwal hanya bergeser dari rencana awal September ke November. Hal ini menyesuaikan kesiapan tuan rumah, khususnya dalam penyelesaian venue pertandingan.

Selain jadwal, KONI Kaltim juga memastikan jumlah cabang olahraga tetap 64 cabor. Sebelumnya, sempat muncul usulan pengurangan menjadi 52 cabor sebagai bagian dari efisiensi anggaran.

Baca Juga: May Day 2026: Menakar Nasib Gen Z di Tengah Badai Efisiensi dan Urgensi Resilience

Namun, Rusdi menegaskan efisiensi tidak dilakukan dengan mengurangi cabang olahraga. Sebaliknya, pengurangan dilakukan pada nomor pertandingan.

“Dari sekitar 1.300 nomor, kita sesuaikan menjadi 934 nomor,” katanya.

Lebih lanjut, seluruh cabang olahraga diminta segera menyusun technical handbook (THB). Termasuk di dalamnya pengaturan kategori usia maksimal 30 tahun yang menjadi perhatian dalam regulasi.

Ia menekankan pentingnya kejelasan aturan teknis sejak awal. Hal ini untuk menghindari potensi perdebatan saat pelaksanaan pertandingan.

“Semua harus jelas sejak awal dan diverifikasi oleh wasit dan juri,” tegasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#jadwal Porprov #efisiensi olahraga #KONI kaltim #Porprov Kaltim 2026