KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin mengingatkan seluruh cabang olahraga dan daerah peserta untuk menekan ego sektoral dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Kabupaten Paser.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama cabang olahraga di Aula Rapat KONI Kaltim, Samarinda, Kamis (30/4). Rapat membahas penetapan technical delegate (TD), usulan panitia pelaksana, serta wasit dan juri.
Menurut Ego, pelaksanaan Porprov kali ini membutuhkan kompromi dari tiga pihak utama, yakni cabang olahraga, kabupaten/kota, dan panitia pelaksana.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Kubar Bongkar Bisnis Sabu-sabu di Jalan 17 Agustus
Ketiganya diminta menyatukan kepentingan agar pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Kaltim itu tetap berjalan optimal, meski dalam keterbatasan anggaran.
“Kepentingan cabor ada, kepentingan kabupaten/kota ada, dan panitia pelaksana juga punya kepentingan. Semua harus disatukan supaya pelaksanaan berjalan,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi pembiayaan olahraga daerah yang saat ini masih terbatas. Banyak KONI kabupaten/kota bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah melalui Dispora.
Situasi tersebut, lanjutnya, membuat perencanaan pertandingan harus disusun secara realistis tanpa mengabaikan kebutuhan pembinaan prestasi atlet.
“Daerah ingin mengirim atlet, tetapi kemampuan anggarannya juga terbatas. Ini harus kita akomodasi bersama,” katanya.
Baca Juga: Terungkap! Modus Haji Ilegal Pakai Visa Kerja Dibongkar, Polri: Jangan Sampai Tertipu!
Ego memahami setiap cabang olahraga menginginkan jumlah nomor pertandingan sebanyak mungkin. Hal itu dinilai wajar karena berkaitan dengan peluang atlet tampil dan meraih prestasi.
Namun, keinginan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan teknis dan finansial tuan rumah.
“Kalau cabor ingin nomor banyak, itu wajar. Tapi kita juga harus melihat kemampuan pelaksanaan. Yang penting adalah suksesnya Porprov secara keseluruhan,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus cabang olahraga memiliki sikap terbuka dan mendahulukan kepentingan bersama.
Menurutnya, keberhasilan Porprov tidak hanya diukur dari banyaknya nomor pertandingan, tetapi juga kualitas pelaksanaan, efisiensi anggaran, dan keberlanjutan pembinaan olahraga di daerah.
Rapat ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan sebelum finalisasi jadwal, regulasi, dan struktur pertandingan.
Porprov VIII/2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November di Kabupaten Paser. (*)
Editor : Ery Supriyadi