KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Masa jabatan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, akan berakhir pada 3 Juni 2026 mendatang. Menjelang pergantian kepemimpinan tersebut, berbagai gagasan terkait masa depan olahraga prestasi di Benua Etam mulai bermunculan.
Salah satunya datang dari tokoh olahraga Kaltim, Achmad Husry. Ia mengajak seluruh insan olahraga, akademisi, hingga pengurus cabang olahraga (cabor) untuk duduk satu meja dalam forum diskusi strategis.
Ajakan itu disampaikan Achmad Husry saat bertemu Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras di sela pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Piala Kapolri di GOR Segiri, Samarinda, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Seleksi Sekkab Kutai Barat, Empat Kandidat Mulai Uji Kompetensi di Samarinda
Achmad Husry yang pernah menjabat Ketua Harian KONI Kaltim pada era kepemimpinan almarhum Syaukani HR menilai forum tersebut penting untuk membahas arah pembinaan olahraga prestasi di Kaltim ke depan.
Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang harus menjadi perhatian adalah kepastian dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
“Pembinaan atlet berprestasi tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan anggaran yang mapan dan terencana dari pemerintah provinsi,” tegas Husry.
Ia menilai komitmen anggaran menjadi fondasi utama untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga Kaltim di level nasional maupun internasional.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Rusdiansyah Aras. Ketua KONI Kaltim itu menyatakan siap memfasilitasi forum diskusi strategis sebelum masa kepemimpinannya berakhir.
Rusdiansyah mengatakan pihaknya akan menyiapkan paparan terkait capaian, tantangan, hingga peta jalan olahraga Kaltim sebagai bahan pembahasan bersama.
Tidak hanya itu, sejumlah akademisi olahraga juga direncanakan hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut.
“Kita akan mengajak Dr. Galih, Dr. Jupri, dan Dr. Rohandy menjadi narasumber utama. Diskusi ini penting agar transisi kepemimpinan dan keberlanjutan pembinaan atlet di Kaltim memiliki arah yang jelas dan berbasis kajian ilmiah,” ujar Rusdiansyah Aras.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kaltim sekaligus melahirkan rekomendasi strategis bagi kepengurusan KONI Kaltim periode berikutnya.
Dengan langkah itu, Kaltim diharapkan tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan olahraga nasional di luar Pulau Jawa. (*)