KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Indonesia Cycling Federation (PB ICF), Jadi Rajagukguk, menegaskan adanya perubahan besar dalam tata kelola organisasi setelah transformasi dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menjadi ICF.
Salah satu fokus utama perubahan tersebut ialah pembenahan total program kerja bidang pembinaan dan prestasi (binpres) agar lebih terintegrasi dari daerah hingga tingkat nasional.
Jadi menjelaskan, sistem pembinaan atlet kini dirancang berjenjang. Mulai dari kompetisi tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga puncaknya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Baca Juga: Pemkab Mahulu Salurkan Tujuh Sapi Kurban, Ada Bantuan Presiden
Menurut dia, pola tersebut dibuat agar seluruh atlet daerah memiliki jalur pembinaan yang jelas untuk menembus level nasional.
“Kita ingin semua atlet dari tingkat kabupaten memiliki jalur yang jelas dan berkesempatan tampil menjadi atlet nasional,” ujarnya.
Untuk mendukung integrasi itu, PB ICF juga memperketat pengawasan terhadap seluruh agenda balap sepeda di daerah. Setiap event resmi, mulai Kejuaraan Daerah (Kejurda) hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), diwajibkan dilaporkan kepada pengurus pusat.
Pelaporan tersebut dinilai penting karena seluruh hasil kompetisi resmi akan masuk ke dalam sistem poin nasional atlet.
Baca Juga: Dua Gerbang Investasi Raksasa: Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
“Makanya kita minta semua terintegrasi. Ibarat sebuah pohon, akarnya adalah para pengurus ICF di tingkat kabupaten dan kota. Tanpa akar yang kuat di daerah, pohon prestasi nasional tidak akan bisa tumbuh,” tegas Jadi.
Tak hanya fokus pada kompetisi, ICF juga menyiapkan program transfer of knowledge atau transfer pengetahuan. Program ini membuka kesempatan bagi atlet dan penggiat balap sepeda di daerah untuk berlatih bersama Tim Nasional (Timnas) balap sepeda Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas sirkuit, teknik, hingga metode latihan antara pusat dan daerah. Selain itu, program ini juga menjadi motivasi bagi atlet lokal untuk menembus skuad Merah Putih di masa mendatang. (*)
Editor : Ery Supriyadi