Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cetak Biru Olahraga Kaltim Disusun, KONI Siapkan Strategi Baru Hadapi Era Anggaran Ketat

Nasya Rahaya • Selasa, 2 Juni 2026 | 17:17 WIB
Insan olahraga menyampaikan pandangan terkait tantangan dan masa depan olahraga prestasi Kalimantan Timur dalam diskusi yang digelar menjelang pergantian kepengurusan KONI Kaltim, Selasa (2/6) di Kolam Renang Ulin Arya, Jalan PM Noor, Samarinda. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Insan olahraga menyampaikan pandangan terkait tantangan dan masa depan olahraga prestasi Kalimantan Timur dalam diskusi yang digelar menjelang pergantian kepengurusan KONI Kaltim, Selasa (2/6) di Kolam Renang Ulin Arya, Jalan PM Noor, Samarinda. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, sejumlah tokoh olahraga, akademisi, dan pemangku kebijakan berkumpul untuk membahas masa depan olahraga prestasi di Benua Etam.

Diskusi yang dikemas dalam kegiatan Diskusi Besar Olahraga Prestasi Kaltim itu digelar KONI Kaltim bersama Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Kaltim di Kolam Ulin Arya, Jalan PM Noor, Samarinda, Selasa (2/6).

Forum tersebut diproyeksikan menjadi sumbangan pemikiran strategis bagi kepengurusan KONI Kaltim periode 2026–2030. Selain itu, diskusi juga diarahkan untuk menyusun cetak biru transformasi olahraga prestasi Kaltim di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan meningkatnya persaingan antardaerah.

Baca Juga: Hari Pertama SPMB SD Dibuka, Lebih 480 Calon Siswa Sudah Mendaftar

Kegiatan ini menghadirkan Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Rasman Rading, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Muhammad Faisal, akademisi olahraga Rohadi, serta praktisi olahraga Rusman Ya'qub yang juga anggota DPRD Kaltim dan Ketua Pengprov Persatuan Boling Indonesia Kaltim.

Rusdiansyah Aras memaparkan materi sekaligus capaian dan tantangan selama menjabat Ketua Umum KONI Kaltim.
Rusdiansyah Aras memaparkan materi sekaligus capaian dan tantangan selama menjabat Ketua Umum KONI Kaltim.

 

Dalam paparannya, Muhammad Faisal menyoroti perubahan kondisi fiskal daerah yang diperkirakan akan berdampak langsung terhadap pembinaan olahraga. Menurut dia, penurunan APBD Kaltim harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk mulai mencari pola pembiayaan baru.

"Dulu APBD kita berada di kisaran Rp20 triliun sampai Rp25 triliun. Sekarang turun menjadi sekitar Rp14 triliun dan tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp12 triliun. Artinya, kita harus mulai berpikir bahwa KONI bukan lagi satu-satunya sumber pembiayaan prestasi olahraga," ujarnya.

Faisal menilai paradigma pembinaan olahraga perlu berubah. Cabang olahraga tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada dukungan pemerintah maupun KONI.

Ia juga mengingatkan agar organisasi cabang olahraga lebih selektif dalam menentukan kepengurusan. Menurutnya, pengurus harus dipilih berdasarkan komitmen dan kemampuan membangun prestasi, bukan sekadar popularitas atau kepentingan politik.

Selain itu, Faisal menilai target Kaltim menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional mendatang membutuhkan strategi yang lebih realistis dan terukur. Berdasarkan simulasi yang dipaparkannya, Kaltim masih membutuhkan tambahan puluhan medali emas untuk mampu bersaing di papan atas nasional.

Baca Juga: Pemkab PPU Salurkan BLT Rp1,6 Miliar untuk 405 KPM, Langsung Masuk Rekening 

Karena itu, ia mengusulkan agar sebagian besar anggaran pembinaan difokuskan kepada cabang olahraga yang terbukti mampu menghasilkan medali emas.

"Kalau saya ekstrem, 80 persen anggaran harus diarahkan ke cabang yang bisa mempertahankan atau menghasilkan emas. Kalau targetnya tiga besar, kita harus berani mengambil keputusan strategis," katanya.

Sementara itu, Rusdiansyah Aras menegaskan bahwa olahraga prestasi Kaltim membutuhkan transformasi menyeluruh agar tetap mampu bersaing di tingkat nasional.

Menurutnya, Kaltim selama ini konsisten menjadi salah satu kekuatan olahraga terbesar di luar Pulau Jawa. Namun, peta persaingan kini semakin ketat karena banyak daerah mulai mengembangkan pembinaan berbasis sport science, penguatan sumber daya manusia, dan sistem data yang terintegrasi.

"Kita harus bertransformasi. Pembinaan tidak boleh lagi bersifat reaktif dan dadakan menjelang PON. Semua harus berbasis data, sistem, dan target yang terukur," tegasnya.

Rusdiansyah menjelaskan, KONI Kaltim telah memulai digitalisasi sistem pembinaan, mulai dari pengelolaan database atlet, pemantauan prestasi, hingga monitoring penggunaan anggaran.

Rusdiansyah Aras salam komando dengan Achmad Husry, tokoh olahraga Kaltim.
Rusdiansyah Aras salam komando dengan Achmad Husry, tokoh olahraga Kaltim.

 

Ia juga menyebut sejumlah cabang olahraga yang diproyeksikan menjadi lumbung medali emas Kaltim pada PON mendatang, di antaranya gulat, layar, kempo, pencak silat, panahan, hoki, tarung derajat, angkat besi, dan angkat berat.

"Kita harus fokus pada cabang-cabang yang memiliki peluang nyata menghasilkan emas. Dengan kondisi anggaran saat ini, pendekatan pembinaan harus lebih selektif dan berbasis prioritas," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rusman Ya'qub menekankan pentingnya reformasi tata kelola organisasi olahraga. Menurut dia, prestasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kualitas manajemen dan kepemimpinan organisasi.

Ia berharap kepengurusan KONI Kaltim berikutnya diisi oleh figur yang memahami dunia olahraga dan memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan atlet.

Baca Juga: Pemekaran Kecamatan di PPU Masuk OIKN, Opsi Tambah Jadi Lima Kecamatan Masih Terkendala

"Jangan sampai KONI menjadi tempat menitipkan orang yang tidak memahami olahraga. KONI adalah tempat pengabdian dan perjuangan untuk kemajuan olahraga," katanya.

Sementara itu, Rohadi memaparkan hasil kajian Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Kaltim yang menunjukkan masih adanya sejumlah tantangan mendasar. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan ruang terbuka olahraga, kualitas sumber daya manusia, serta tingkat kebugaran masyarakat.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur olahraga, peningkatan kompetensi pelatih, dan penguatan sport science harus menjadi bagian penting dalam strategi pembinaan jangka panjang.

Melalui diskusi tersebut, KONI Kaltim berharap dapat meletakkan fondasi kebijakan yang lebih kuat bagi kepengurusan periode 2026–2030, sekaligus memastikan olahraga prestasi Kaltim tetap kompetitif di tengah perubahan tantangan dan keterbatasan anggaran.

Editor : Ery Supriyadi
#lekop kaltim #KONI kaltim #pon #olahraga prestasi #Rusdiansyah Aras