Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

KONI Kaltim Rampingkan Pengurus, Anderiy Syachrum Tegaskan Tak Ada Titipan

Nasya Rahaya • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:36 WIB
Ketua Umum KONI Kaltim terpilih periode 2026-2030, Anderiy Syachrum (kedua kanan), didampingi tim formatur saat memberikan keterangan pers usai merampungkan susunan kepengurusan KONI Kaltim. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Ketua Umum KONI Kaltim terpilih periode 2026-2030, Anderiy Syachrum (kedua kanan), didampingi tim formatur saat memberikan keterangan pers usai merampungkan susunan kepengurusan KONI Kaltim. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tim formatur Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim akhirnya merampungkan susunan kepengurusan periode 2026-2030. Organisasi olahraga tertinggi di Benua Etam itu akan diisi sekitar 80 pengurus, jauh lebih ramping dibandingkan rancangan awal yang sempat mencapai lebih dari 140 orang.

Ketua Umum KONI Kaltim terpilih periode 2026-2030, Anderiy Syachrum atau yang akrab disapa Haji Andre, mengatakan hasil kerja tim formatur telah disepakati dan segera dikirim ke KONI Pusat untuk mendapatkan pengesahan.

“Alhamdulillah hari ini sudah kita sepakati, sudah terbentuk, dan insyaallah hari ini kita kirim ke KONI Pusat,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (17/6).

Baca Juga: Pemkab Berau Gandeng Yayasan Penyu Indonesia Kelola Pulau Balembangan Berau, Fokus Perkuat Konservasi Penyu

Haji Andre juga membantah berbagai isu yang berkembang selama proses penyusunan kepengurusan. Menurut dia, seluruh tahapan berjalan kondusif tanpa konflik seperti yang sempat beredar di luar.

“Sejauh ini tidak ada masalah. Cerita-cerita soal ribut atau apa segala macam itu tidak ada. Kita baik-baik saja,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal formatur menampung seluruh usulan nama dari berbagai pihak. Jumlahnya mencapai lebih dari 140 orang. Namun, setelah melalui proses pembahasan dan seleksi, diputuskan untuk membentuk struktur organisasi yang lebih ramping dan efektif.

“Awalnya memang semua usulan kita masukkan. Setelah itu baru kita seleksi. Jadi tidak ada campur tangan dari pihak mana pun. Ini murni hasil tim formatur,” tegasnya.

Dari proses tersebut, jumlah pengurus akhirnya ditetapkan sekitar 80 orang. Angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan rancangan awal yang sempat mencapai lebih dari 140 nama dan kemudian mengerucut menjadi sekitar 90 orang.

Menurut Andre, seluruh pengurus yang masuk dalam struktur organisasi dipilih berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan kontribusi terhadap dunia olahraga. Bukan karena kedekatan pribadi maupun dukungan saat pemilihan ketua umum.

“Kita melihat siapa yang benar-benar bisa mengurus dan bekerja. Dari awal kami tidak pernah menjanjikan apa pun kepada siapa pun. Tidak ada konsep titipan,” ujarnya.

Baca Juga: IKN Usung Smart City hingga Sponge City, Ini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

Ia menambahkan, seluruh pengurus nantinya akan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap organisasi. Evaluasi kinerja juga akan dilakukan secara berkala.

“Mungkin dalam tiga bulan kalau tidak bisa perform membantu kinerja organisasi, bisa saja kita evaluasi lagi,” katanya.

Anggota tim formatur, Danri Daury, menegaskan penyusunan kepengurusan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kapasitas masing-masing individu. Menurutnya, formatur tidak menggunakan pola pembagian jatah atau kuota tertentu.

“Yang menjadi syarat utama adalah kepedulian terhadap olahraga dan kompetensinya di bidang yang akan ditangani,” kata Danri.

Hal senada disampaikan anggota formatur Nur Zaid. Dia menilai organisasi yang besar tidak selalu menjamin kinerja yang baik. Karena itu, formatur memilih struktur yang lebih efisien dan sesuai kebutuhan organisasi ke depan.

“Gemuknya organisasi tidak menjamin jalannya organisasi itu baik. Yang penting adalah bagaimana organisasi itu bisa bekerja dan menghasilkan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota formatur Hendra mengatakan proses penyusunan kepengurusan memerlukan waktu karena formatur benar-benar selektif dalam memilih personel yang dianggap memiliki kapasitas sesuai bidang masing-masing.

“Kami benar-benar selektif memilih orang-orang terbaik yang bisa membantu menjalankan organisasi,” katanya.

Setelah susunan kepengurusan dikirim ke KONI Pusat, tahapan berikutnya adalah menunggu terbitnya surat keputusan (SK) pengesahan. Setelah itu, KONI Kaltim akan mempersiapkan agenda pelantikan pengurus untuk masa bakti 2026-2030. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Haji Andre #Pengurus KONI #Anderiy Syachrum #KONI kaltim