KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalimantan Timur terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026. Meski progres latihan telah mencapai sekitar 90 persen, keterbatasan anggaran membuat Kaltim berpotensi kembali absen pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat.
Ketua Komisi Pelatih PGSI Kaltim, Badriansyah mengatakan, fokus utama pembinaan saat ini diarahkan untuk menghadapi Porprov yang diproyeksikan mempertandingkan 36 kelas.
Menurut dia, sebagian besar program persiapan telah berjalan sesuai rencana. Kini, perhatian tim pelatih tertuju pada upaya menjaga kondisi atlet agar tetap berada dalam performa terbaik hingga hari pertandingan.
Baca Juga: Kantah Kutai Barat Ikuti Briefing Seleksi KRS ATR/BPN 2026, Perkuat Sistem Merit ASN
“Persiapan Porprov sudah berjalan sekitar 90 persen. Tinggal mematangkan kesiapan atlet saja. Yang paling kami pantau sekarang bagaimana kondisi atlet tetap in saat pertandingan nanti, sehingga benar-benar siap bertanding,” ujarnya.
Untuk menjaga kebugaran dan kemampuan teknik atlet, program latihan rutin terus dilaksanakan di kawasan GOR Kadrie Oening Samarinda. Para pegulat menjalani latihan empat kali dalam sepekan.
“Latihan kami laksanakan di GOR Futsal Kadrie Oening setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat mulai pukul 16.00 sampai 18.00 Wita,” katanya.
Di tengah fokus menghadapi Porprov, PGSI Kaltim juga dihadapkan pada persoalan pendanaan. Kondisi tersebut membuat peluang mengirim atlet ke Kejurnas Gulat di Malang semakin kecil.
Padahal, Kaltim tercatat sudah dua kali berturut-turut tidak berpartisipasi dalam ajang nasional tersebut. Jika kembali absen tahun ini, pengurus daerah terancam mendapat teguran dari Pengurus Besar (PB) PGSI.
“Sebenarnya ada Kejurnas di Malang, tetapi kemungkinan besar kami tidak mengirim atlet karena tidak ada anggaran dari KONI. Kalau berangkat menggunakan biaya pribadi tentu sangat besar,” ungkap Badriansyah.
Ia menjelaskan, PB PGSI telah mengirimkan surat kepada pengurus Kaltim terkait kewajiban mengikuti Kejurnas. Dalam surat tersebut, Kaltim disebut berpotensi mendapatkan teguran apabila kembali tidak mengirimkan atlet.
“Kami sudah disurati PB PGSI. Kalau Kaltim tidak mengirim lagi, kami akan mendapat teguran karena sudah dua kali tidak mengikuti Kejurnas,” jelasnya.
Badriansyah memahami situasi tersebut tidak terlepas dari kondisi keuangan yang tengah dihadapi KONI Kaltim. Selain itu, kepengurusan KONI Kaltim yang baru terbentuk masih melakukan penyesuaian terhadap berbagai program pembinaan olahraga.
“Ini memang menjadi polemik. Kondisi keuangan KONI juga sedang tidak baik-baik saja. Kami tentu belum bisa berangkat kalau belum ada kejelasan anggaran. Sementara kepengurusan KONI juga baru terbentuk,” pungkasnya. (*)
Meski demikian, PGSI Kaltim memastikan program latihan atlet tetap berjalan normal. Fokus utama saat ini adalah menjaga kesiapan para pegulat agar mampu tampil maksimal saat Porprov Kaltim 2026 digelar nanti.
Editor : Ery Supriyadi