Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Aturan Baru Perbasi Hapus Kompetisi Basket U-12, Klub di Balikpapan Minta Solusi Jalur Prestasi

Doni Aditya Haryono • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:05 WIB
BUTUH SOLUSI: Tim Basket Gazebo Balikpapan KU-10 berharap agar format baru untuk KU 5 hingga KU-12 dikaji lebih matang sebelum disahkan. (DONI ADITYA/KP)
BUTUH SOLUSI: Tim Basket Gazebo Balikpapan KU-10 berharap agar format baru untuk KU 5 hingga KU-12 dikaji lebih matang sebelum disahkan. (DONI ADITYA/KP)

BALIKPAPAN – Kebijakan baru Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) yang menghapus sistem kompetisi bagi kelompok usia dini menuai beragam respons dari pelaku pembinaan di daerah. Meski dinilai memiliki tujuan baik untuk memperkuat pembinaan, sejumlah klub berharap Perbasi juga menyiapkan solusi agar atlet muda tidak kehilangan peluang meraih prestasi yang selama ini menjadi bekal masuk sekolah melalui jalur prestasi.

Melalui aturan terbaru, Perbasi menetapkan kelompok usia U-5 hingga U-12 tidak lagi mengikuti kompetisi berformat juara dan klasemen. Sebagai gantinya, kegiatan akan dikemas dalam bentuk jambore atau fun games tanpa penentuan pemenang.

Kebijakan tersebut diambil karena Perbasi menilai pembinaan usia dini mulai bergeser dari tujuan utamanya. Banyak klub dinilai terlalu berorientasi pada hasil pertandingan sehingga pengembangan kemampuan dasar (fundamental) pemain kurang menjadi perhatian.

Pelatih sekaligus pembina Gazebo Balikpapan, Anton Kristiono, mengaku memahami alasan di balik kebijakan tersebut. Menurutnya, pembinaan teknik dasar memang harus menjadi prioritas pada usia dini.

Baca Juga: Basket Bontang Naik Level, Giliran PKT Junior Tembus Final Kejurda KU-17

Meski demikian, ia menilai Perbasi perlu merumuskan mekanisme pengganti yang tetap mampu mengakomodasi kebutuhan atlet muda di luar aspek pembinaan.

"Sebenarnya kami mendukung program Perbasi pusat ini. Tetapi yang harus dipikirkan adalah regulasinya seperti apa sebagai pengganti kompetisi," ujarnya.

Anton menjelaskan, selama ini cukup banyak atlet binaan Gazebo Balikpapan yang memanfaatkan sertifikat kejuaraan maupun medali sebagai syarat mengikuti seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi.

Apabila kompetisi benar-benar dihapus tanpa adanya bentuk penghargaan lain yang diakui dalam sistem pendidikan, ia khawatir minat orang tua menyekolahkan anaknya di klub basket akan menurun.

"Kalau hanya jambore atau fun games, pasti banyak orang tua berpikir mencari cabang olahraga lain yang masih memiliki kompetisi. Mereka juga membutuhkan piagam itu untuk mendaftar sekolah melalui jalur prestasi," katanya.

Menurut Anton, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar tujuan pembinaan tetap tercapai tanpa mengurangi motivasi atlet maupun dukungan orang tua.

Ia berharap Perbasi Kalimantan Timur dapat merumuskan format pelaksanaan yang tetap sejalan dengan kebijakan pusat namun tidak menghilangkan nilai prestasi bagi atlet usia dini.

"Kami percaya Perbasi Kaltim akan memikirkan format terbaik. Harapan kami tentu ada solusi yang bisa menjembatani aturan dari pusat dengan kebutuhan pembinaan di daerah," pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
Basket usia dini Kompetisi U-12 Basket Balikpapan Jalur prestasi sekolah perbasi