IBCA MMA Kaltim Percepat Pembinaan Atlet dan Wasit, Bidik Prestasi di PON Bela Diri

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:55 WIB
IBCA MMA Kaltim disahkan menjadi anggota KONI Kaltim saat Musorprov, 3 Juni 2026. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
IBCA MMA Kaltim disahkan menjadi anggota KONI Kaltim saat Musorprov, 3 Juni 2026. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pengurus Provinsi Indonesia Bela Diri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kalimantan Timur mulai mengakselerasi program pembinaan setelah kepengurusan di 10 kabupaten/kota resmi terbentuk.

Fokus utama yang disiapkan meliputi pembinaan atlet, peningkatan kualitas wasit dan juri bersertifikat, hingga penyelenggaraan berbagai kompetisi sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Bela Diri (PON Bela Diri).

Sekretaris Umum Pengprov IBCA MMA Kaltim Ricky Asriel Refualu mengatakan, sejumlah agenda besar telah menanti setelah pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub).

Baca Juga: Pedagang Kambing Viral, Disebut Mirip Yesus, Akunnya Langsung Banjir FollowersBaca Juga: Pedagang Kambing Viral, Disebut Mirip Yesus, Akunnya Langsung Banjir Followers

“Tahun ini ada beberapa agenda besar. Selain PON Bela Diri, juga ada kejuaraan internasional. Jadi setelah Musprovlub ini kami langsung bergerak menyiapkan semuanya,” ujarnya.

Menurut Ricky, pembinaan organisasi di daerah sejauh ini berjalan cukup baik. Seluruh kabupaten dan kota di Kaltim kini telah memiliki kepengurusan aktif yang menjadi fondasi pengembangan olahraga MMA di daerah.

Setiap pengurus daerah juga diwajibkan memiliki sedikitnya dua camp atau pusat latihan sebagai wadah pembinaan atlet.

“Semua kabupaten dan kota sudah terbentuk. Masing-masing memiliki camp sebagai tempat pembinaan. Dari situlah data atlet terus dihimpun sehingga proses pembinaan di daerah berjalan,” jelasnya.

Ricky menilai perkembangan MMA di Kaltim berlangsung cukup pesat. Bahkan, olahraga yang menggabungkan berbagai disiplin bela diri itu kini semakin diminati masyarakat umum, tidak hanya atlet prestasi.

“Kalau sekarang MMA sudah menjadi lifestyle. Banyak orang ikut latihan bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menjaga kebugaran dan menurunkan berat badan. Karena gerakannya lengkap, pembakaran kalorinya juga tinggi,” katanya.

Baca Juga: Kemenag dan Pemkab PPU Buka Seleksi Calon Pimpinan Baznas Periode 2026–2031, Cek Syarat dan Jadwalnya

Ia menjelaskan, MMA memadukan teknik pukulan, tendangan, bantingan, hingga kuncian. Di tingkat internasional, IBCA MMA berafiliasi dengan International Mixed Martial Arts Federation (IMMAF), yang menjadi jalur pembinaan atlet menuju kompetisi profesional dunia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov IBCA MMA Kaltim Robert Wilson Berlyando menilai tantangan terbesar saat ini adalah menyempurnakan kemampuan atlet agar lebih kompetitif.

Menurut dia, atlet-atlet Kaltim selama ini dikenal memiliki kemampuan striking yang kuat. Namun, aspek ground fighting masih perlu mendapat perhatian lebih dalam proses pembinaan.

“Kaltim ini jagonya striking. Nah, ground memang masih perlu pembinaan lagi. Karena itu kami akan menghadirkan narasumber dan pelatih agar kemampuan atlet lebih lengkap,” ujarnya.

Robert optimistis target KONI Kaltim untuk bersaing pada 18 nomor pertandingan PON Bela Diri dapat diwujudkan melalui pembinaan yang terarah.

“Harus bisa. Kami optimistis karena pengurus yang ada sekarang sebagian besar merupakan praktisi dan mantan atlet dari berbagai cabang bela diri. Tinggal bagaimana potensi itu disatukan dalam pembinaan MMA,” tegasnya.

Menurut Robert, sejumlah atlet asal Kaltim sebenarnya sudah tampil di level profesional. Namun, pembinaan atlet amatir tetap menjadi prioritas agar regenerasi berjalan berkesinambungan.

Dalam waktu dekat, Pengprov IBCA MMA Kaltim akan menyusun tim formatur sekaligus mempersiapkan berbagai program strategis, mulai dari seleksi atlet, pelatihan wasit dan juri, hingga penyelenggaraan kejuaraan tingkat daerah.

“Bukan hanya atlet yang harus siap. Wasit, juri, panitia, sampai penyelenggara juga harus memahami regulasi pertandingan. Jadi semua lini harus bergerak bersamaan agar pembinaan berjalan maksimal,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
MMA Kaltim IBCA Kaltim atlet MMA KONI kaltim PON Bela Diri