KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Efisiensi anggaran penyelenggaraan Porprov Kaltim VIII/2026 Paser tidak mengubah jumlah nomor pertandingan cabang olahraga panjat tebing. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim memastikan seluruh nomor yang telah disepakati pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov tetap dipertandingkan.
Penyesuaian hanya dilakukan pada durasi pelaksanaan pertandingan agar seluruh agenda tetap berjalan sesuai jadwal.
Sekretaris Umum FPTI Kaltim Arif Rahman Hakim mengatakan, panjat tebing tetap mempertandingkan 16 nomor dengan total 33 medali emas, 33 perak, dan 33 perunggu sesuai acuan BK Porprov dan Porsen.
“Nomor tanding tetap sesuai acuan BK Porprov dan Porsen. Tidak ada pengurangan nomor yang dipertandingkan,” ujarnya.
Kepastian tersebut menjadi angin segar setelah sebelumnya pelaksanaan Porprov Paser dibayangi keterbatasan anggaran. Bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kaltim sebesar Rp20 miliar membuat panitia harus melakukan sejumlah efisiensi, termasuk penyesuaian pelaksanaan beberapa cabang olahraga.
Arif menjelaskan, saat BK Porprov panjat tebing berlangsung selama sembilan hari pertandingan ditambah satu hari technical meeting (TM). Sementara pada Porprov nanti, pertandingan hanya dijadwalkan selama tujuh hari dengan satu hari TM.
“Yang dikurangi itu hari tanding dan perangkat pertandingan. Nomor tandingnya tetap,” katanya.
Untuk mengantisipasi jadwal yang lebih padat, FPTI Kaltim telah menyiapkan opsi menggelar pertandingan hingga malam hari. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada kesiapan panitia menyediakan fasilitas pendukung.
“Kami sudah sampaikan kemungkinan main malam. Tapi itu tergantung PB Porprov, apakah lampu dan perlengkapan pendukung lainnya sudah siap,” ucapnya.
Di sisi lain, masih ada sejumlah kebutuhan teknis yang belum sepenuhnya terakomodasi. Salah satunya adalah mobilisasi peralatan dari luar Kabupaten Paser yang masih terkendala keterbatasan anggaran.
“Sementara ini transportasi atau mobilisasi peralatan dari luar Paser belum terakomodasi. Tapi kami tetap berusaha maksimal,” tegas Arif.
Meski demikian, kesiapan venue terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan rapat terakhir bersama PB Porprov dan Dispora Paser, dinding panjat ditargetkan sudah berdiri lengkap beserta seluruh peralatannya paling lambat dua bulan sebelum pertandingan dimulai.
“Sekarang masih tahap rangka. Tapi Dispora Paser menyatakan dua bulan sebelum pelaksanaan dinding sudah berdiri beserta seluruh peralatannya,” jelasnya.
Sesuai jadwal, upacara pembukaan Porprov VIII Kaltim akan berlangsung pada 14 November 2026. Cabang olahraga panjat tebing dijadwalkan memulai pertandingan pada 16 November, sedangkan technical meeting digelar sehari sebelumnya.
Arif juga memastikan hingga kini belum ada keberatan dari pengurus cabang kabupaten/kota terkait pemadatan jadwal. Seluruh atlet yang lolos BK Porprov telah melalui dua kali proses verifikasi keabsahan.
“Kalau dari peserta tidak ada masalah. Tinggal nanti kesiapan masing-masing KONI kabupaten/kota apakah mampu memberangkatkan seluruh atlet yang sudah lolos,” katanya.
Sebanyak sekitar 111 atlet diproyeksikan tampil pada cabang olahraga panjat tebing, di luar atlet tuan rumah.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, FPTI Kaltim menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan Porprov VIII di Kabupaten Paser.
“Berat, tapi harus tetap dilaksanakan,” pungkas Arif. (*)
Editor : Ery Supriyadi