Andi Harun dan Rendi Solihin Tak Maju, Seno Aji Melenggang Jadi Ketua IPSI Kaltim

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:47 WIB
CALON TUNGGAL: Hingga penutupan pendaftaran, hanya nama Seno Aji yang memenuhi persyaratan sehingga melaju tanpa pesaing pada Musorprov IPSI Kaltim. (EKO PRALISTIO)
CALON TUNGGAL: Hingga penutupan pendaftaran, hanya nama Seno Aji yang memenuhi persyaratan sehingga melaju tanpa pesaing pada Musorprov IPSI Kaltim. (EKO PRALISTIO)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (25/7), akan menetapkan Seno Aji sebagai ketua umum periode 2026–2030 secara aklamasi. Wakil gubernur Kaltim itu menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri hingga penutupan masa pendaftaran.

Kepastian tersebut muncul setelah dua nama yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pesaing, yakni ketua IPSI Kaltim periode sebelumnya Andi Harun dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin, tidak melengkapi proses pencalonan.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Musorprov IPSI Kaltim, Ego Arifin, mengatakan hingga batas akhir pendaftaran pada Jumat (24/7) pukul 23.00 Wita, hanya berkas pencalonan Seno Aji yang diterima panitia.

Baca Juga: Fitri Mawarni Persembahkan Perunggu untuk Indonesia di Kejuaraan Asia

“Pak Andi Harun, selain tidak mendaftar, beliau juga sama sekali tidak mengambil formulir pendaftaran. Berbeda dengan Pak Rendi, beliau sempat mengambil formulir, namun hingga batas waktu berakhir tidak mengembalikannya,” ujar Ego.

Menurut dia, berkas pencalonan Seno Aji diserahkan oleh tim pemenangan yang dipimpin Ketua IPSI Kutai Kartanegara, Siswo Cahyono.

“Dengan hanya satu calon yang mendaftar secara resmi, maka Pak Seno Aji dipastikan terpilih secara aklamasi dalam musorprov,” katanya.

Ego juga memastikan seluruh persyaratan administrasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPSI telah dipenuhi Seno Aji. Salah satunya terkait larangan calon ketua umum merangkap jabatan sebagai pimpinan organisasi cabang olahraga bela diri lain.

Baca Juga: Musorprov IPSI Kaltim Digelar Besok, Tiga Nama Masuk Bursa Ketua

Ia menjelaskan, Seno Aji telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua FORKI Kaltim. Surat pengunduran diri tersebut tertanggal 24 Juli 2026 dan telah dilengkapi pernyataan tidak lagi memimpin organisasi bela diri lainnya.

“Pengunduran diri itu juga telah disahkan oleh PB FORKI melalui Surat Nomor 238/PB FORKI-Sekjen/VII/2026 tertanggal 10 Juli. Jadi seluruh persyaratan sudah terpenuhi dan tidak ada alasan bagi TPP untuk menolaknya,” jelas Ego.

Di sisi lain, keputusan Andi Harun untuk tidak ikut dalam kontestasi mendapat perhatian dari pengamat olahraga Kaltim, Zulkarnain. Mantan Pemimpin Redaksi SKH Samarinda Pos itu menilai langkah tersebut mencerminkan kematangan dalam berorganisasi.

“Langkah yang diambil Pak Andi Harun sangat tepat karena ini menyangkut etika dan adab, bukan sekadar soal kalah atau menang. Apalagi Pak Seno adalah wakil gubernur Kaltim, sementara Pak Andi adalah wali kota Samarinda. Di struktur Partai Gerindra, Pak Seno juga merupakan ketua DPD Kaltim, sedangkan Pak Andi kader. Ini keputusan yang bijak dan matang,” ujarnya.

Musorprov kali ini juga menjadi momentum pergantian kepemimpinan IPSI Kaltim setelah berakhirnya masa bakti pengurus periode 2022–2026. Selain menetapkan ketua umum baru, agenda forum juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya.

Ketua umum terpilih nantinya memikul target mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi pencak silat Kaltim. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, kontingen silat Kaltim berhasil menyumbang dua medali emas. Sementara di Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024 di Abu Dhabi, atlet Benua Etam turut menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak. (*)

Editor : Duito Susanto
IPSI Kaltim Rendi Solihin seno aji wakil gubernur kaltim andi harun