Iqbal Candra Titip PR untuk Seno Aji, Minta IPSI Kaltim Benahi Fasilitas dan Pembinaan Atlet

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:05 WIB
Iqbal Candra Pratama. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Iqbal Candra Pratama. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024, Iqbal Candra Pratama, menyambut positif terpilihnya Seno Aji sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim periode 2026–2030. Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan, terutama terkait fasilitas latihan dan pemerataan pembinaan atlet di seluruh kabupaten/kota.

Menurut Iqbal, kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dirintis sebelumnya sekaligus menghadirkan terobosan baru demi meningkatkan prestasi pencak silat Kaltim.

"Harapannya tentu pencak silat Kaltim bisa lebih bagus daripada kepengurusan kemarin. Dari segi prestasi, pembinaan, perhatian kepada atlet sampai reward, semuanya saya berharap lebih baik," ujar Iqbal kepada Kaltim Post, Sabtu (25/7).

Baca Juga: Disketapang PPU Perkuat Kemitraan dengan Bulog, Buka Peluang Usaha Pangan bagi Masyarakat

Meski demikian, atlet nasional tersebut menilai masih terlalu dini untuk memberikan penilaian terhadap kepemimpinan Seno Aji. Ia memilih memberi kesempatan kepada ketua umum baru untuk membuktikan komitmennya melalui program kerja yang nyata.

"Kita belum bisa memutuskan sekarang karena belum melihat bagaimana sepak terjang Pak Seno nanti untuk pencak silat. Kalau ternyata lebih bagus, saya akan bilang lebih bagus. Kalau ternyata kurang, saya juga harus menyampaikan apa adanya," tegasnya.

Iqbal mengakui sebelumnya berharap Andi Harun kembali memimpin IPSI Kaltim. Selama kepengurusan sebelumnya, kata dia, para atlet merasakan perhatian yang besar, mulai dari pembinaan hingga pemenuhan komitmen terhadap atlet.

"Kenapa saya mendukung Pak Andi waktu itu? Karena selama beliau menjabat atlet benar-benar diperhatikan. Apa yang dijanjikan kepada atlet ditepati. Itu yang membuat kami merasa dihargai," katanya.

Meski begitu, ia menegaskan dukungannya terhadap kepengurusan lama bukan berarti menutup peluang bagi kepemimpinan baru. Justru, ia berharap Seno Aji mampu membawa IPSI Kaltim melampaui prestasi yang telah dicapai dalam empat tahun terakhir.

Salah satu persoalan yang dinilai paling mendesak adalah peningkatan fasilitas latihan. Menurut Iqbal, sarana latihan pencak silat di Kaltim masih tertinggal dibandingkan daerah-daerah kuat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Stafsus OIKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal di Rusun ASN 102 IKN, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

"Kita memang bersyukur sudah punya gedung pencak silat. Dibanding beberapa cabang olahraga lain itu sudah lebih baik. Tapi kalau dibandingkan dengan daerah-daerah besar, fasilitas kita masih jauh tertinggal. Bahkan sekarang kondisi gedung juga sudah mulai bocor," ungkapnya.

Selain fasilitas di Samarinda, Iqbal juga menyoroti belum meratanya sarana latihan di daerah. Akibatnya, atlet dari luar ibu kota provinsi harus datang ke Samarinda untuk berlatih dengan jadwal yang terbatas.

Ia mencontohkan pesilat nasional asal Bontang, Fitri Mawarni, yang harus berlatih di Samarinda karena daerahnya belum memiliki fasilitas memadai. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi efektivitas latihan atlet.

"Harusnya atlet-atlet daerah juga mendapat perhatian. Jangan hanya Samarinda. Kalau pemimpinnya sekarang memimpin IPSI tingkat provinsi, saya berharap pemerataan fasilitas bisa menjadi perhatian," ujarnya.

Iqbal juga berharap IPSI Kaltim menyediakan ruang latihan khusus bagi atlet elite yang sedang menjalani persiapan seleksi nasional maupun pemusatan latihan nasional. Menurutnya, atlet yang membela Kaltim di level nasional membutuhkan program latihan yang lebih terfokus.

"Saya harus menjaga performa karena masih menghadapi seleknas dan kemungkinan pelatnas. Tapi ketika latihan harus menyesuaikan jadwal atlet Porprov Samarinda, tentu itu menjadi kendala. Harapan saya ke depan ada solusi untuk atlet-atlet yang membawa nama Kalimantan Timur di level nasional," katanya.

Di sisi lain, Iqbal tetap mengapresiasi kepengurusan IPSI Kaltim periode sebelumnya yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Program try out ke Malaysia serta pemusatan latihan di luar Kalimantan menjelang PON XXI menjadi salah satu langkah yang dinilai berdampak positif terhadap peningkatan prestasi atlet.

"Selama persiapan PON kemarin kami bisa try out ke Malaysia dan sentralisasi latihan di luar Kalimantan. Itu belum pernah kami rasakan pada PON-PON sebelumnya. Hasilnya juga terbukti. Sekarang bukan hanya saya yang berprestasi, tetapi juga muncul atlet-atlet lain seperti Dinda dan Fitri yang mampu meraih prestasi nasional hingga internasional," tuturnya.

Karena itu, Iqbal berharap kepengurusan IPSI Kaltim di bawah Seno Aji tidak hanya mempertahankan program-program yang sudah berjalan, tetapi juga menghadirkan pembinaan yang lebih merata dan berkualitas agar pencak silat Kaltim semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Editor : Ery Supriyadi
IPSI Kaltim Iqbal Candra PON 2028 seno aji pencak silat Kaltim