BALIKPAPAN – Pengalaman Juli Prastomo tampil di berbagai ajang olahraga nasional hingga internasional dinilai menjadi aset berharga bagi Kalimantan Timur. Tak sekadar membawa nama daerah, pengalaman tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet Kaltim.
Juli yang terlibat langsung dalam berbagai kejuaraan internasional mengaku mendapatkan banyak pengalaman terkait manajemen event berstandar dunia, perkembangan regulasi, hingga peta kekuatan dan karakter kompetisi di berbagai nomor pertandingan.
Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal untuk menerapkan konsep sport intelligence atau intelijen olahraga di Kaltim.
“Bisa dibilang, ini menjadi modal yang sangat besar bagi Kaltim untuk menerapkan sport intelligence,” kata Juli, Rabu (12/8).
Baca Juga: Borong 12 Medali Emas, Balikpapan Juarai Kejurprov Hapkido Kaltim 2026
Menurut dia, pemahaman mengenai kekuatan lawan dan dinamika pertandingan internasional dapat dimanfaatkan pemangku kepentingan olahraga Kaltim untuk menyusun pembinaan atlet yang lebih terarah.
Terutama dalam menghadapi ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), informasi mengenai karakter lawan, perkembangan teknik, hingga regulasi pertandingan dapat menjadi bagian dari strategi untuk mengejar target prestasi.
Juli menilai pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan latihan rutin. Data dan informasi mengenai perkembangan kompetisi juga diperlukan agar strategi pembinaan dapat dibuat lebih presisi, terukur, dan berorientasi pada medali emas.
Jadi Wasit di Hapkido Asian Championships 2026
Pengalaman Juli kembali mendapat panggung internasional. Ia dijadwalkan bertolak ke Hong Kong, China, Kamis (13/8), untuk menjalankan tugas sebagai international referee dalam 3rd Hapkido Asian Championships 2026.
Kejuaraan tersebut digelar oleh World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF) dan mempertemukan atlet Hapkido dari berbagai negara.
Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk semakin membuka perhatian terhadap potensi sumber daya manusia olahraga asal Kaltim yang mampu berkiprah di level internasional.
Editor : Muhammad Ridhuan