BALIKPAPAN – Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bayan Open 2026 mulai bergulir Senin (24/8). Lebih dari 1.200 atlet dari berbagai klub di Indonesia akan bersaing dalam kejuaraan yang berlangsung hingga 29 Agustus tersebut.
Pertandingan dipusatkan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, dengan sejumlah nomor juga digelar di Hevindo Arena dan GOR Bulutangkis BJBJ Balikpapan. Bayan Open tahun ini menjadi lebih bergengsi karena tidak lagi sekadar kejuaraan regional, tetapi masuk dalam kalender Sirnas C PBSI dan menyediakan kesempatan bagi atlet untuk mengumpulkan poin peringkat nasional.
Sehari sebelum pertandingan dimulai, panitia menggelar jumpa media di Hotel Platinum Balikpapan, Minggu (23/8). Agenda tersebut dirangkai dengan manager meeting serta pelatihan bagi wasit yang akan bertugas selama turnamen.
Senior Manager PT Bayan Resources Tbk Suhud Wahyudi mengatakan, penyelenggaraan Bayan Open berangkat dari masih terbatasnya kompetisi bulu tangkis berskala nasional di luar Pulau Jawa, termasuk Kalimantan Timur.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat atlet daerah memiliki keterbatasan dalam memperoleh pengalaman bertanding sekaligus mengejar poin peringkat nasional.
Baca Juga: Matangkan Regulasi, Panitia Bayan Open 2026 Terapkan Aturan Ketat untuk Peserta
“Kurangnya kompetisi berskala nasional di luar Jawa, termasuk Kaltim, membuat kami mengupayakan wadah pembinaan yang berkesinambungan. Harapannya prestasi atlet terus berkembang, khususnya atlet muda,” ujar Suhud.
Bayan Open sebelumnya merupakan kejuaraan regional. Namun, setelah mendapat dukungan dan persetujuan PBSI, ajang tersebut kini masuk ke jalur Sirkuit Nasional C. Perubahan itu dinilai membuka akses yang lebih dekat bagi atlet Kaltim untuk bersaing di level nasional.
Suhud mengatakan fokus utama penyelenggaraan tetap pada pembinaan atlet usia muda. Ia berharap atlet yang saat ini berada di kelompok usia dini, remaja, hingga taruna dapat berkembang dan nantinya mampu bersaing dengan klub-klub besar nasional.
“Semoga nantinya atlet usia taruna, remaja hingga dewasa bisa bersaing dengan klub besar seperti PB Djarum,” katanya.
Lima Tahun Konsisten Digelar
Sekjen PP PBSI sekaligus mantan pebulu tangkis Indonesia, Ricky Achmad Subagja, mengapresiasi konsistensi Bayan dalam menggelar kejuaraan bulu tangkis di Balikpapan.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya terlihat dari penyelenggaraan Bayan Open, tetapi juga keterlibatan perusahaan dalam mendukung pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
Bayan Open juga telah berlangsung secara konsisten selama beberapa tahun dan menghadirkan sejumlah nama besar bulu tangkis Indonesia. Kehadiran atlet maupun legenda nasional dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.
“Peserta bahkan bisa ikut andil dan menyaksikan idolanya memberikan pelatihan dasar. Ini tentu tidak mudah, tetapi komitmen itu bisa dijaga,” ujar Ricky.
Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu berharap kompetisi serupa terus diperbanyak di Kaltim. Menurutnya, daerah ini memiliki potensi untuk melahirkan atlet yang mampu menembus level nasional hingga internasional.
“Menurut saya Kaltim mampu mewujudkan itu. Harapannya ke depan bisa melahirkan atlet yang berprestasi di nasional bahkan dunia,” tuturnya.
Kaltim Mulai Punya Jalur Pembinaan
Sekretaris PBSI Kaltim Risa Fahrizal menilai konsistensi Bayan Open memberikan dampak positif terhadap perkembangan bulu tangkis daerah.
Menurut dia, keberadaan Sirnas C Bayan Open turut memperkuat ekosistem kompetisi di Kaltim. Saat ini, setidaknya terdapat beberapa sirkuit nasional yang digelar di wilayah tersebut.
Persoalan selama ini, kata Risa, adalah biaya yang harus dikeluarkan atlet daerah untuk mengikuti turnamen berbasis poin yang mayoritas digelar di luar Kalimantan.
“Padatnya turnamen, khususnya yang menyediakan poin ranking, ada di luar Kalimantan. Jadi anak-anak Kaltim membutuhkan biaya untuk mengejar itu. Tapi sekarang kelompok usia remaja ke bawah sudah mulai bermunculan,” jelasnya.
Ia berharap semakin banyak kompetisi nasional digelar di Kaltim sehingga atlet muda tidak harus selalu keluar daerah untuk mendapatkan jam terbang dan mengejar poin.
Ketua Harian Pengkot PBSI Balikpapan Soegianto juga menyebut Bayan Open mendapat respons positif dari peserta. Lebih dari 1.200 atlet disebut telah ambil bagian, termasuk klub-klub dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, keberadaan Bayan Open bukan hanya berkaitan dengan pembinaan atlet, tetapi juga berpotensi mendorong geliat sportainment di Kaltim.
Jonatan dan Hendra Isi Coaching Clinic
Daya tarik lain Bayan Open 2026 adalah kehadiran sejumlah nama besar bulu tangkis Indonesia.
Jonatan Christie dan Hendra Setiawan dijadwalkan mengisi coaching clinic pada Selasa (25/8). Keduanya akan berbagi pengalaman dan memberikan materi kepada para peserta.
Sementara itu, sektor ganda dewasa putra juga bakal diramaikan pemain dengan nama besar. Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani serta Marcus Fernaldi Gideon dijadwalkan ambil bagian. Kehadiran mereka diharapkan meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menjadi motivasi bagi atlet muda daerah.
Referee Bayan Open Aang Syahrudin mengatakan, selain nomor-nomor Sirnas C, panitia juga mempertandingkan kategori bergengsi seperti ganda dewasa dan ganda veteran.
Dengan berlangsungnya Bayan Open selama enam hari, Balikpapan kembali menjadi salah satu titik penting dalam kalender kompetisi bulu tangkis nasional. Bagi Kaltim, turnamen ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga kesempatan menguji sejauh mana pembinaan atlet lokal mampu bersaing di panggung nasional.
Editor : Muhammad Ridhuan