Kaltim Dinilai Berpotensi Cetak Atlet Bulu Tangkis, Wacana Akademi Bayan Mengemuka

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:20 WIB
PROSES: Pihak PT Bayan Resources Tbk sebut pembinaan khusus butuh proses panjang. (ANGGI PRADITHA/KP)
PROSES: Pihak PT Bayan Resources Tbk sebut pembinaan khusus butuh proses panjang. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai memiliki potensi besar melahirkan atlet bulu tangkis berprestasi. Potensi itu salah satunya terlihat dari konsistensi penyelenggaraan kompetisi, termasuk Bayan Open yang tahun ini memasuki edisi kelima.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Ricky Achmad Subagja menilai, kesinambungan kompetisi dapat menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet di daerah.

Baca Juga: Kideco Buka Program Pemagangan SDM Paser ke Jepang: Ini Syarat dan Tahapannya

Menurut dia, Kaltim bahkan memiliki peluang untuk mulai membangun sistem pembinaan atlet secara mandiri. Terlebih, dalam setahun terakhir Kaltim tercatat menjadi tuan rumah lima sirkuit nasional (Sirnas).

“Bahkan mungkin ke depan, Kaltim ini bisa mulai membina secara mandiri atletnya. Lewat pembinaan khusus, misalnya,” ujar Ricky.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Senior Manager PT Bayan Resources Tbk Suhud Wahyudi. Dia mengatakan, kompetisi yang digelar secara berkelanjutan pada akhirnya harus bermuara pada pembinaan atlet.

Baca Juga: Ruben Onsu Pilih Jalur Damai, Siap Ganti Kerugian Rp 4,4 Miliar

Namun, Suhud menyebut pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kesiapan dari berbagai aspek agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pembinaan itu kan kontinuitas. Nantinya kita harus menyiapkan banyak hal. Tadinya kami menyiapkan wadah untuk kompetisi, sekarang kami perlu tempat untuk pembinaan khusus itu tadi,” jelasnya.

Menurut Suhud, bentuk pembinaan dapat dikembangkan melalui berbagai skema, mulai dari pembentukan perkumpulan bulu tangkis (PB) hingga pusat pelatihan khusus atlet.

Baca Juga: Israel "Takut" Layangan Anak Gaza: Disamakan Drone dan Ancaman Perang, Dalih Lanjutkan Agresi?

Kendati demikian, rencana tersebut masih membutuhkan kajian yang matang dan komprehensif. Jika nantinya dibentuk PB Bayan, misalnya, pihaknya harus memikirkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, termasuk gedung olahraga (GOR).

“Bukan hanya tempat. Kami juga harus menyiapkan program latihan, asrama, dan sekolah formal atlet. Itu pemikiran yang panjang,” katanya.

Suhud mengakui, Bayan memiliki arah untuk mengembangkan pembinaan atlet melalui konsep akademi. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap gagasan dan membutuhkan persiapan lebih lanjut.

Baca Juga: Debut Alonso Gacor dengan Trio Chelsea Baru Palmer-Rogers-Joao Pedro, Bakal Awet?

“Kami ada arah ke sana, ada rencana membuat semacam Akademi Bayan. Tapi sementara ini, biar ini jadi mimpi kami dulu,” pungkasnya.

Konsistensi Bayan Open selama lima tahun menjadi salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem bulu tangkis yang lebih berkelanjutan di Kaltim. Tantangan berikutnya adalah memastikan kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai ajang pertandingan, tetapi mampu menjadi pintu masuk menuju pembinaan atlet secara serius dan berjangka panjang. (*)

Editor : Dwi Restu A
kaltim atlet bulu tangkis potensi bayan resources