Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Kabut Asap, Bayan Run Perketat Standar Medis

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 15:50 WIB
ANTISIPASI: Bayan Run 2026 masuk tahun kelima, antisipasi cuaca ekstrem dan kondisi pelari.
ANTISIPASI: Bayan Run 2026 masuk tahun kelima, antisipasi cuaca ekstrem dan kondisi pelari.

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Persiapan penyelenggara Bayan Run 2026 dipastikan berjalan sesuai yang diharapkan. Meski begitu, kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino jadi kekhawatiran tersendiri. Ditambah, bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap.

Mengacu itu, Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Balikpapan turut menaruh perhatian. Mereka mengingatkan, agar regulasi tepat bisa diterapkan selama event berlangsung.

Baca Juga: Mantapkan Keamanan Udara Kaltim, SAMS Sepinggan Balikpapan Uji Skenario Darurat

Yang pertama dari PASI sangat apresiasi dan mendukung. Kami juga berencana agar ke depannya Bayan Run ini menjadi agenda PB PASI atau masuk kalender nasional,” jelas Ketua Pengcab PASI Balikpapan Andi Achmad Mutawally.

Mengenai cuaca, dia berharap kondisi cuaca ekstrem saat ini bisa berangsur pulih. Yang terpenting, keselamatan dan kesehatan para peserta bisa menjadi prioritas. 

Makanya, kata dia, PASI Balikpapan meminta pihak penyelenggara untuk menyedia tenda medis berukuran besar. Di mana tidak hanya dokter spesialis olahraga, tapi disediakan pula minimal satu dokter spesial jantung.

Baca Juga: Baru Sekali Jadi Starter, Bek Kiri Borneo FC Caxambu Cedera Lutut dan Terancam Absen Musim Ini

Menurutnya, ketika berlari denyut jantung pelari akan semakin meningkat. Ditambah, tingkat panas saat ini yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Tentu saja, yang diantisipasi adalah pasca kegiatan lari itu dilakukan. “Nah jadi kamu khawatir, makanya disepakati dari pihak dokter yang menangani atau koordinatornya sudah menyanggupi. Dari pihak Bayan juga menyanggupi untuk disediakan tenda itu,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Race Director Bayan Run 2026, Berti Bole menekankan, catatan untuk tahun ini ialah kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Di mana, fenomena El Nino membuat Balikpapan hampir jarang diguyur hujan dalam beberapa bulan terakhir. 

Baca Juga: Kaltim Kucurkan Dana Iklim Rp73,2 Miliar, Sasar 100 Desa dan Rehabilitasi Hutan Kritis

Selain itu, lanjutnya, juga kondisi asap akibat kebakaran hutan. Yang mungkin kalau siang kelihatannya sudah hilang, tapi saat pagi hari lebih sering muncul. 

“Hal-hal semacam ini yang perlu kita antisipasi sebenarnya. Kalau secara teknis yang lain, teknis pelaksanaan dari tahun ke tahun kurang lebih sama, hanya yang perlu tingkatkan lagi kewaspadaan untuk keselamatan dari para pelari,” tuntas Berti. (*)

Editor : Dwi Restu A
kabut asap bayan run pelaksanaan 2026