BALIKPAPAN – Peserta Bayan Run 2026 diminta mengutamakan keselamatan saat berlomba di tengah cuaca panas dan kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Pelari diingatkan menyesuaikan kecepatan serta mengenali sinyal tubuh untuk menghindari risiko kesehatan.
Pesan tersebut disampaikan Coach Agung Gantar dalam coaching clinic di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu (10/10). Kegiatan ini menjadi pembekalan bagi peserta kategori umum 5 kilometer (5K), 10K, dan half marathon 21 kilometer (21K) yang berlomba di Lapangan Merdeka, Minggu (11/10).
Agung mengatakan, materi pembekalan berfokus pada strategi menghadapi perlombaan dalam suhu panas. Kondisi cuaca perlu menjadi pertimbangan peserta agar tidak memaksakan diri selama berlari.
“Jadi untuk coaching clinic hari ini lebih ke strategi bagaimana kita menghadapi race di suhu panas. Apa saja yang mesti dilakukan ketika race dan harapannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat suhu panas,” jelasnya.
Baca Juga: Diikuti 700 Pelari Cilik, Kids Dash Bayan Run 2026 Sukses Digelar di BSCC Dome
Menurut dia, kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu menjadi perhatian. Peserta harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kesiapan fisik sebelum menentukan target waktu maupun kecepatan lari.
Pelari yang belum terbiasa dengan kondisi cuaca setempat disarankan mengatur kecepatan atau pace secara lebih konservatif. Adaptasi tubuh terhadap suhu dan lingkungan membutuhkan waktu, sehingga peserta yang tidak sempat menjalani aklimatisasi perlu lebih bijak dalam menentukan strategi.
“Jadi harus dikurangi dulu pace-nya untuk bisa bersabar dan melihat situasi kondisi ketika berlomba,” ujarnya.
Agung juga mengingatkan peserta untuk memperhatikan rekomendasi medis dan tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan pada tubuh. Gejala seperti pusing, mual, atau kehilangan keseimbangan menjadi peringatan agar pelari segera mengurangi kecepatan, berjalan, atau menghentikan lomba jika diperlukan.
“Bahkan harus berhenti demi menyelamatkan nyawa kita. Jadi lebih dengarkan bagaimana sinyal-sinyal tubuh ini memberikan tanda atau peringatan untuk diri kita sendiri,” tegasnya.
Khusus pelari pemula, dia mengingatkan bahwa lari jarak jauh membutuhkan persiapan latihan yang memadai. Selain kebugaran, faktor cuaca, suhu, dan kelembapan juga harus diperhitungkan.
Peserta pun diminta tidak terpancing mengejar kecepatan pelari lain atau memaksakan target demi gengsi.
“Jangan overpace karena terpengaruh oleh teman atau terpancing oleh gengsi, nah itu harus dihindari,” tandasnya.
Bayan Run 2026 kategori umum dan half marathon dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka, Minggu (11/10). Sejumlah figur publik yang juga menekuni olahraga lari, yakni Melanie Putria, Ibnu Jamil, dan Ririn Ekawati, dijadwalkan ikut berlari bersama peserta.
Editor : Muhammad Ridhuan