KALTIMPOST.ID, Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, uang logam rupiah yang dulu menjadi alat tukar utama kini sering kali terabaikan dan tersimpan di sudut-sudut rumah, terlupakan dalam laci-laci yang jarang dibuka.
Namun, Bank Indonesia berinisiatif menghidupkan kembali peran uang logam melalui sebuah program sosial bernama One Coin One Hope.
Program ini bertujuan untuk mengembalikan uang logam ke dalam sirkulasi perekonomian sekaligus membawa makna sosial bagi masyarakat.
Kisah program ini bermula dari kondisi nyata di mana uang logam rupiah, terutama yang bernilai kecil seperti Rp 50,00, Rp 100,00, dan Rp 500,00, semakin jarang digunakan dalam transaksi sehari-hari.
Banyak pedagang dan konsumen menghadapi kesulitan dalam memberikan atau menerima uang kembalian berupa uang logam, sehingga terkadang uang kembalian digantikan dengan permen atau transaksi kecil menjadi terhambat.
Ketua tim program One Coin One Hope, mengungkapkan, "Kita ingin mengembalikan uang logam rupiah ke dalam sirkulasi ekonomi dan menjadikannya lebih bermakna melalui program sosial. Uang logam yang lama tersimpan bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat."
One Coin One Hope adalah kolaborasi antara Bank Indonesia, perbankan, lembaga filantropi, dan komunitas masyarakat.
Program ini dimulai dengan sosialisasi pentingnya penggunaan uang logam melalui berbagai media, seminar, dan kegiatan komunitas.
Masyarakat diajak untuk mendonasikan uang logam yang sudah tidak terpakai melalui lembaga filantropi resmi.
Uang logam hasil donasi kemudian disetorkan oleh lembaga tersebut ke Bank Indonesia untuk ditukar dengan uang kertas.
Bank Indonesia selanjutnya akan mendistribusikan kembali uang logam tersebut ke masyarakat melalui perbankan dan lembaga keuangan nonbank lainnya.
Dengan demikian, uang logam yang sebelumnya terabaikan dapat kembali berputar dalam perekonomian, membantu kelancaran transaksi sehari-hari.
Selain memberikan solusi praktis terhadap masalah kelangkaan uang logam, program One Coin One Hope juga mengandung nilai sosial yang tinggi.
Setiap koin yang didonasikan tidak hanya membantu memperkuat perekonomian, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Koin-koin tersebut membawa harapan dan manfaat bagi banyak orang, mempererat tali persaudaraan melalui gerakan sosial yang sederhana namun bermakna.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran uang logam dalam perekonomian serta memperkuat kepedulian sosial.
Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, One Coin One Hope bukan hanya menjadi langkah praktis untuk mengatasi masalah uang logam, tetapi juga gerakan sosial yang menggugah semangat kebersamaan dan harapan. (*)
Editor : Dwi Puspitarini