Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Di Tengah Usulan Kampus Boleh Mengelola Tambang, Sebenarnya Tambang Kaltim untuk Siapa?

Romdani. • Senin, 3 Februari 2025 | 07:05 WIB
Rektor Uniba Isradi Zainal
Rektor Uniba Isradi Zainal

 

Oleh: Dr Isradi Zainal

Rektor Universitas Balikpapan

Deputi Ketum PII Bidang Konservasi dan Pengolahan Sumber Daya Alam

 

KALTIMPOST.ID-Di tengah usulan DPR agar kampus mengelola tambang. Saya jadi teringat dengan tambang di Kaltim yang saat ini dikelola sejumlah perusahaan luar provinsi yang mungkin manfaatnya tidak terlalu dirasakan warga Benua Etam.

Di Kaltim setiap harinya ratusan ponton mengangkut batu bara melalui Sungai Mahakam. Dalam setahun produksi batu bara Kaltim mencapai 800 juta ton per tahun. Dalam 20 tahun terakhir produksi batu bara yang dihasilkan mencapai 3,66 miliar ton. Bila dirupiahkan bisa mencapai sekitar Rp 3.747 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), batu bara di Kaltim masih bisa dikelola hingga 20-an tahun ke depan. Dengan jumlah deposit batu bara sekitar 16 miliar ton.

Dari semua perusahaan tambang batu bara di Kaltim, sangat kurang yang peduli pendidikan. Menurut catatan saya, hanya beberapa yang peduli. Salah satu di antaranya Bayan Resources.

Perusahaan itu memberikan beasiswa kepada pelajar Kaltim miliaran rupiah. Baik melalui universitas lain maupun melalui Universitas Balikpapan. Bahkan perusahaan itu memberi bantuan hibah ke sejumlah kampus di Pulau Jawa.

Jadi sebenarnya tanpa mengelola tambang juga bisa menempuh cara melalui kerja sama dengan perusahaan tambang. Saya mencatat mereka senantiasa menerima mahasiswa magang dan menerima sejumlah alumnus untuk bekerja. Sejumlah dosen juga ikut terlibat dalam riset dan konsultasi di bidang pertambangan. Tapi perlu dicatat tidak semua perusahaan tambang melakukan itu.

Dalam kaitan rencana pemberian izin usaha pertambangan (IUP) untuk kampus, mungkin DPR tidak akan mendengar seruan agar kampus tidak mengelola tambang. Kalaupun demikian, setidaknya kampus yang mengelola adalah kampus yang daerahnya ada tambang seperti Kaltim.

Kan tidak adil bila tambang di Kaltim dikelola oleh kampus di luar Kaltim. Kalaupun ada keinginan, mereka mesti melakukan kerja sama dengan kampus dan pemerintah setempat.

Jangan jadikan Kaltim tempat berbagi tambang tanpa ada jaminan untuk menyejahterakan rakyat Kaltim khususnya mahasiswa Kaltim. Kasihani Kaltim. Kayu, minyak, dan batu bara terus dikeruk dengan bagi hasil yang kurang adil.

Kalau kampus ingin terlibat dalam mengelola tambang, bantu dulu rakyat Indonesia untuk mengaudit siapa saja yang membagi bagi hasil tambang Indonesia? Bantu juga untuk meneliti pola bagi hasil pengolah tambang dan negara.

Kritisi juga perusahaan tambang dan pemerintah yang belum memperbaiki lahan bekas tambang. Jangan sampai setelah dapat janji untuk mengelola tambang, malah menjadi bagian yang merusak alam dan lingkungan serta melupakan untuk mencari energi baru terbarukan.

Cadangan sumber daya alam mesti dipersiapkan juga sebagai warisan anak cucu. Jangan nafsu sesaat melupakan keberlanjutan bangsa. (rd)

Editor : Romdani.
#kampus #izin tambang #ibu kota nusantara #Tambang Kaltim #perguruan tinggi #batu bara