Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dampak Buruk Tayangan "Tung Tung Tung Sahur" Terhadap Anak: Tinjauan dari Perspektif Komunikasi

Rendy Fauzan • Kamis, 17 Juli 2025 | 19:51 WIB
Johantan Alfando Wikanda Sucipta
Johantan Alfando Wikanda Sucipta

Oleh: Johantan Alfando Wikandana Sucipta, M.I.Kom (Mahasiswa S3 Ilmu Komunikasi Universitas Hassanudin)

TAYANGAN "Tung Tung Tung Sahur" telah menjadi salah satu program yang banyak ditonton selama Ramadan. Meskipun tayangan ini menawarkan hiburan, dampak buruknya terhadap anak-anak patut dicermati, terutama dari perspektif komunikasi. Tayangan yang mengandung elemen anomali dan humor yang tidak selalu sesuai dapat memengaruhi perkembangan anak secara signifikan.

Dari sudut pandang komunikasi, media memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku anak. Teori komunikasi massa menunjukkan bahwa tayangan televisi dapat memengaruhi cara anak-anak memahami dunia di sekitar mereka. Ketika anak-anak terpapar konten yang tidak mendidik atau mengandung unsur kekerasan, mereka cenderung menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Tayangan "Tung Tung Tung Sahur," yang sering kali menampilkan situasi konyol dan perilaku yang tidak pantas, dapat mengajarkan anak-anak bahwa perilaku tersebut dapat diterima, meskipun tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku.

Dari perspektif psikologi anak, perkembangan kognitif dan emosional anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat. Tayangan yang penuh dengan anomali dapat mengakibatkan kebingungan dalam pemahaman mereka tentang realitas. Anak-anak yang sering menonton tayangan ini mungkin mengalami kesulitan dalam membedakan antara fantasi dan kenyataan, yang dapat berujung pada masalah perilaku. Semisal, mereka meniru perilaku konyol atau agresif yang ditampilkan, tanpa memahami konsekuensi dari tindakan tersebut.

Selain itu, tayangan yang berulang-ulang dapat menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai desensitisasi, di mana anak-anak menjadi kurang peka terhadap kekerasan atau perilaku negatif. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan empati dan peningkatan perilaku agresif. Dalam jangka panjang, anak-anak yang terpapar pada tayangan semacam ini mungkin mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial yang sehat.

Penting bagi orangtua mengawasi tayangan yang dikonsumsi anak-anaknya. Teori komunikasi interpersonal menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Diskusi tentang konten tayangan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat membantu anak-anak memahami dan mengkritisi apa yang mereka lihat. Dengan cara ini, orang tua dapat membimbing anak-anak mereka untuk mengembangkan pemikiran kritis dan memilih tayangan yang lebih mendidik.

Kesimpulannya, meskipun tayangan "Tung Tung Tung Sahur" mungkin tampak menghibur, dampak buruknya terhadap anak-anak tidak bisa diabaikan. Dari perspektif komunikasi dan psikologi, penting bagi orangtua untuk lebih selektif dalam memilih tayangan yang sesuai untuk anak-anak mereka. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia dan membentuk perilaku yang positif.

Editor : Rendy Fauzan