Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mempersiapkan SDM Unggul, Menyongsong Indonesia Emas

Muhammad Aufal Fresky • Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Muhammad Aufal Fresky
Muhammad Aufal Fresky

Oleh: Muhammad Aufal Fresky*)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gaung pembahasan Indonesia Emas 2045 kian bermunculan. Visi besar tersebut tak hanya menjadi bahan diskusi kaum intelektual atau akademisi di forum-forum ilmiah. 

Bahkan setiap dari kita pun kadang secara sengaja atau tidak, disadari atau tidak, kerap kali membahasnya lewat obrolan-obrolan santai, di warung kopi misalnya. 

Bahwa gagasan itu terlampau besar itu hanyalah persoalan bagaimana sudut pandangnya. Bahwa rasa ragu, cemas, bercampur pesimistis kadang menghantui, itu tak bisa dipungkiri. 

Apalagi, persoalan dan tantangan yang kita hadapi kian beragam dan kompleks. Pekerjaan rumah masih menumpuk. 

Ditambah lagi keraguan itu semakin menjadi-jadi ketika bonus demografi bisa menjadi bom waktu dan menjadi ancaman demografi. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) kita patut dipertanyakan. Daya saing bangsa kita masih perlu didongkrak. 

Demikian pula dengan pertumbuhan ekonomi; selain perlu digenjot, juga harus seirama dengan pemerataan ekonomi dan keadilan ekonomi. Apa guna pertumbuhan melambung tinggi, tapi yang menikmati jumlahnya hanya hitungan jari. 

Dua puluh tahun lagi, tepatnya saat perayaan hari ulang tahun kemerdekaan (HUT) yang ke-100, kita menargetkan Indonesia menjadi negara berdaulat, maju, adil, dan makmur. 

Pembangunan di segala sektor fokus mendorong Indonesia bertransformasi menuju peradaban masyarakat modern dan sejahtera. Terkait hal itu, Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun UU Nomor 59 Tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045. 

Di dalam RPJPN tersebut terdapat 8 agenda pembangunan dalam rangka mendukung perwujudan Indonesia Emas 2045. Di antaranya yaitu: 1) mewujudkan tranformasi sosial; 2) mewujudkan tranformasi ekonomi; 3) mewujudkan transformasi tata kelola; 4) memantapkan supremasi hukum, stabilitas, dan kepemipinan Indonesia; 5) memantapkan ketahanan sosial budaya, dan ekologi; 6) mewujukan pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan; 7)mewujudkan sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan; 8) mewujudkan kesinambungan pembangunan.

Kemudian, dalam rangka berkemas-kemas menuju Indonesia emas itulah faktor SDM unggul menjadi salah satu kunci utamanya. 

Yakni SDM yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual. 

Namun juga emosional dan spritual. SDM unggul yakini orang-orang yang profesional, berdaya saing tinggi, produktif, kreatif, inovatif, dan berkepribadian. 

Bangsa ini, sedang membutuhkan orang-orang yang pintar dan benar. Sebab, pintar saja tidak cukup. Percuma pintar jika pada akhirnya hanya bisa mengelabui, menipu, dan menjadi pencoleng. Buat apa kemampuan intelektual yang tinggi jika tidak diimbangi integritas. 

Bisa-bisa menjadi bandit yang menguras habis kekayaan negara. Oleh sebab itu, SDM unggul ini adalah perpaduan antara knowledge, skill, dan attitude. 

Selanjutnya, kunci untuk mencetak SDM unggul adalah pendidikan yang berkualitas Pendidikan yang bukan hanya mempersiapkan manusia untuk menjadi karyawan yang terampil dan siap kerja. Namun, pendidikan yang mampu menjadikan manusia lebih mengenai potensi dan identitas dirinya. 

Membuat manusia menjadi lebih dalam keilmuannya, lebih luas pola pikirnya, dan lebih halus budinya. Dalam hal ini, pendidikan yang dienyam akan jauh lebih bermakna dan berdampak bagi diri, keluarga, dan sesamanya. 

Selain itu, meminjam pendapat Dr. Martha Tilar, bahwa SDM unggul harus memiliki dedikasi, kejujuran, inovasi, ketekunan, dan keuletan dalam bekerja. Jika diringkas lagi menjadi DJITU (dedikasi, jujur, tekun, dan ulet). 

Sehingga, hemat penulis, SDM unggul itu adalah sebenarnya orang-orang yang bermental baja dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. 

Dalam hal ini, mereka itu memiliki kedisiplinan dan konsistensi yang tinggi untuk tetap menghasilkan karya terbaik walaupun badai menghadang. Jarang atau bahkan tidak pernah protes pada proses yang dilaluinya.

Tidak hanya itu, SDM unggul ini juga ditandai dengan kemauan untuk belajar sepanjang waktu. Di mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Bagi mereka, ruang belajar bukan hanya di ruang-ruang kelas. Bagi mereka, pendidikan bukan sebatas memperbanyak ilmu dan mengasah keterampilan. Lebih dari itu untuk memperkokoh karakter dan kepribadiannya. 

Senada dengan itu, kiranya empat pilar pendidikan yang digagas United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) perlu diimplementasikan lebih terencana, sistemik, terukur, dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan nasional kita. 

Hal itu, tentu saja untuk mencetak SDM unggul. Empat pilar tersebut yaitu: 1) learning to know (belajar untuk mengetahui); 2) learning to do (belajar untuk melakukan) 3) learning to be (belajar untuk menjadi); 4) learning to live together (belajar untuk hidup bersama).

Sebab, sekali lagi, pendidikan adalah untuk membantu kita mengenali dan mengasah segala potensi yang dimiliki untuk kemudian diaplikasikan dan berdampak pada masyarakat. Dalam hal ini, kecerdasan otak dan hati menjadi satu kesatuan. Iman, ilmu, dan amal tak bisa dipisahkan. 

Olah rasa dan olah logika harus terus dilatih. Sebab, bangsa ini membutuhkan lebih banyak lagi generasi-generasi unggul yang memiliki empati dan simpati yang tinggi terhadap masalah dan derita masyarakat. Memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi wong cilik. 

Jadi, SDM unggul adalah orang-orang yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Namun, lingkungan sekitarnya. Bisa mengambil peran sebagai problem solver. SDM unggul adalah manusia-manusia Indonesia yang nasionalis-religus yang siap mendharmabaktikan dirinya untuk nusa dan bangsa. Sebab, merekalah harapan bangsa hari ini dan di kemudian hari. 

Sebab, mereka merupakan calon pemimpin masa depan. Dengan begitu, saya masih menyimpan rasa optimistis dalam hati, bahwa Indonesia Emas 2045 itu bukan sekadar mimpi kosong. Mimpi itu bisa kita wujudkan bersama-sama lewat kehadiran SDM visioner, cerdas, dan berkarakter.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#Generasi Emas Indonesia 2045 #sdm unggul #indonesia emas