Oleh: Rusdiansyah Aras
Ketua KONI Kaltim
TIGA bidang organisasi di KONI Kaltim punya peran krusial dalam memetakan kekuatan atlet Kaltim menuju PON Bela Diri 11-26 Oktober 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Mereka adalah Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Penelitian dan Pengembangan (Litbang), dan Sport Science.
Keberhasilan di PON Bela Diri akan menjadi batu loncatan untuk meraih hasil optimal di PON XXII/2028 Nusa Tenggara. Karena itu, kinerja ketiganya harus terintegrasi dan kolaboratif untuk menghasilkan data komprehensif yang akurat, obyektif, dan aplikatif.
- Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres)
Binpres berfungsi sebagai pemegang kebijakan teknis dan pelaksana utama dalam merumuskan strategi pembinaan dan evaluasi hasil pertandingan. Dimulai dengan mengamati dan merekam langsung hasil pertandingan (capaian medali, peringkat), kualitas lawan, dan pola penampilan atlet saat berkompetisi. Semisal, strategi yang digunakan, daya tahan di ronde akhir.
Kemudian menetapkan skala prioritas atlet dan cabang olahraga (cabor) bela diri yang berpotensi lolos dan meraih medali di PON 2028 berdasarkan data prestasi riil di Kudus.
Tidak hanya itu, mereka juga harus mengidentifikasi atlet underdog atau atlet muda potensial yang menunjukkan perkembangan signifikan atau memiliki keunggulan teknik/fisik yang belum terkelola optimal. Mengelompokkan atlet ke dalam program pelatda/pelatnas jangka panjang dan merancang kurikulum latihan yang sesuai roadmap prestasi 2028.
Selain itu, menjadi penghubung utama antara pelatih cabor, Litbang, dan Sport Science untuk memastikan data yang dikumpulkan relevan dengan kebutuhan pembinaan di lapangan. Memastikan transisi atlet dari PON Bela Diri 2025 ke program latihan 2028 berjalan mulus, termasuk alokasi pelatih dan sarana/prasarana.
- Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
Litbang berperan sebagai pusat data dan kajian strategis yang bertugas mengumpulkan, menganalisa, dan merumuskan rekomendasi kebijakan berdasarkan data obyektif.
Mereka bertugas mengumpulkan data kinerja atlet, semisal formulir penilaian teknik, database statistik tanding, dan profil atlet dari seluruh provinsi. Kemudian membangun basis data atlet potensial nasional (talent pool) yang terstruktur, mencakup riwayat kompetisi, perkembangan fisik, dan data psikologis.
Litbang juga harus mengkaji gaya bertanding, keunggulan, dan kelemahan atlet, serta menganalisis pola sukses dan strategi yang efektif dalam cabor bela diri tersebut. Kemudian menyediakan laporan analisis untuk Binpres dan pelatih dalam menyusun strategi tanding dan modifikasi teknik menjelang PON 2028.
Litbang juga merumuskan rekomendasi strategis mengenai cabor bela diri mana yang harus diprioritaskan dan standar minimal prestasi yang harus dicapai atlet. Menentukan parameter keberhasilan (key performance indicators/KPIs) jangka menengah untuk program persiapan PON 2028, termasuk target fisik dan teknis.
- Sport Science (Ilmu Keolahragaan)
Sport Science bertugas memberikan dukungan ilmiah dan data obyektif melalui pengukuran fisiologis, biomekanik, dan psikologis, sehingga pemetaan tidak hanya didasarkan pada hasil, tetapi juga pada potensi ilmiah.
Mengukur kapasitas fisik atlet (VO2Max, anaerobic power, komposisi tubuh) sebelum, selama, dan setelah pertandingan, serta memantau tingkat kelelahan (recovery). Mengidentifikasi profil fisik ideal per cabor/kelas tanding (misalnya, rasio power vs endurance) sebagai basis seleksi dan pelatihan 2028.
Menganalisis efisiensi gerakan dan risiko cedera saat bertanding (misalnya, kekuatan pukulan, akurasi tendangan, stabilitas kuda-kuda) menggunakan alat ukur canggih. Merancang program pencegahan cedera dan modifikasi teknik untuk mengoptimalkan performa sekaligus meminimalisasi risiko cedera jangka panjang.
Mengevaluasi ketahanan mental atlet saat di bawah tekanan, serta menganalisis status gizi dan hidrasi mereka selama kompetisi intensif. Menyediakan intervensi psikologis (fokus, motivasi) dan protokol nutrisi yang disesuaikan untuk program latihan tinggi intensitas menuju PON 2028.
Pada akhirnya, PON Bela Diri 2025 di Kudus adalah laboratorium terbuka untuk pemetaan. Keberhasilan persiapan Kaltim menuju PON 2028 sangat bergantung pada sinergi data dari ketiga bidang: Binpres menentukan siapa yang unggul, berdasarkan hasil pertandingan; Litbang menentukan mengapa unggul, berdasarkan analisis taktik dan data komparatif; dan Sport Science menentukan Bagaimana mengembangkan keunggulan , berdasarkan data ilmiah.
Integrasi data ini akan menghasilkan peta jalan (roadmap) atlet yang holistik, memadukan prestasi kompetisi dengan potensi ilmiah, memastikan bahwa atlet yang dipersiapkan untuk PON XXII/2028 Nusa Tenggara adalah pilihan terbaik berdasarkan data terpadu (data-driven selection).
Editor : Rendy Fauzan