Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim dan Tradisi Prestasi di Panggung Debat Nasional

Redaksi KP • Jumat, 5 Desember 2025 | 19:01 WIB
Tim LDBI Kaltim, Champion LDBI 2025.
Tim LDBI Kaltim, Champion LDBI 2025.

Oleh:

Ely Guyana

Mahasiswi Fakultas Psikologi UNAIR

KEMENANGAN Kalimantan Timur di ajang Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025 kembali menegaskan posisi daerah ini sebagai salah satu poros kuat dalam kompetisi debat nasional. Gelar juara Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) yang diraih dengan kemenangan telak 9-0 atas D.I. Yogyakarta bukan hanya puncak sebuah turnamen, melainkan kelanjutan dari pola prestasi yang telah terbangun dalam beberapa tahun terakhir.

Prestasi ini tidak muncul tiba-tiba. Rangkaian perjalanan Tim Kaltim sejak keberangkatan pada 25 November hingga penutupan pada 30 November 2025 menggambarkan proses panjang dan sistematis. Ajang tahun ini yang mempertemukan dua kompetisi besar, LDBI dan National Schools Debating Championship (NSDC) menuntut para peserta menunjukkan kapabilitas terbaik mereka sejak babak awal.

Pada tahap pre-eliminasi, tim LDBI Kaltim yang diperkuat Catherine Cheryvia Liang, Giovanni Elishia Wong, dan Julius Valentino Tang berhasil mengamankan posisi kedua nasional. Sementara itu, tim NSDC Kaltim diisi oleh Phoebe Tianna Siburian, Sonia Salma Hasan, dan Jennifer Elaine Naarya berada pada posisi keempat. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan teknis dan mental sejak hari-hari pertama kompetisi.

Memasuki babak eliminasi, performa Tim LDBI Kaltim semakin kokoh. Kemenangan konsensus atas Sumatra Barat mengantar mereka ke perempat final, disusul kemenangan 3-0 melawan NTB. Pada semifinal, mereka menghadapi salah satu tim terkuat, DKI Jakarta, dan mengakhiri pertandingan dengan skor meyakinkan 5-0. Rentetan kemenangan ini menandai kemampuan argumentasi, strategi, dan ketajaman analisis yang konsisten sejak babak awal.

Tim NSDC Kaltim, Best Group Category B 2025.
Tim NSDC Kaltim, Best Group Category B 2025.

Sementara itu, meski tersingkir pada babak 16 besar, tim NSDC Kaltim tetap mencatatkan prestasi penting dengan predikat Best Team Divisi B. Penghargaan ini memperlihatkan bahwa kualitas mereka tetap diakui di tengah ketatnya kompetisi nasional.

Puncak pencapaian Kaltim tahun ini tidak berhenti pada gelar juara LDBI. Ketiga pembicara LDBI juga berhasil membawa pulang penghargaan individual: Catherine sebagai pembicara terbaik 6, Giovanni sebagai pembicara terbaik 8, dan Julius sebagai pembicara terbaik 9. Deretan penghargaan ini menunjukkan bahwa kontribusi kemenangan tidak bertumpu pada satu nama, melainkan hasil kerja kolektif yang solid.

Di balik seluruh capaian tersebut, terdapat fakta penting: Kaltim telah mempertahankan konsistensi prestasi selama tiga tahun berturut-turut di panggung nasional. Konsistensi inilah yang kini menjadi identitas baru bagi daerah ini di arena debat sebuah reputasi yang tidak mudah dibangun, namun sangat mungkin dipertahankan jika ekosistem debat terus dirawat dan didukung.

LDI 2025 menutup rangkaian kompetisi dengan satu pesan yang jelas: kualitas intelektual dan budaya kompetisi argumentatif di Kaltim terus menunjukkan kemajuan. Kemenangan ini bukan sekadar alasan untuk berbangga, tetapi bukti bahwa pembinaan dan persiapan yang tepat mampu melahirkan generasi baru yang siap bersaing di tingkat nasional. Dengan fondasi prestasi yang terus menguat, harapan untuk melihat penerus yang mampu mempertahankan legacy ini semakin terbuka lebar. (*)

 

Editor : Muhammad Ridhuan
#LDI #LDBI #kaltim #Lomba Debat Indonesia