Oleh:
M Najib
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin
KALTIMPOST.ID-Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dicanangkan Presiden periode 2014-2019 dan 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi) sebagai pusat pemerintahan pada akhir masa jabatannya, tampaknya mulai mengalami pergeseran fungsi selama setahun terakhir (2024-2025).
Pusat perkantoran IKN yang berada di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim itu setahun terakhir minim agenda pemerintah pusat. Kondisi itu berbeda dengan tahun sebelumnya.
Di mana kunjungan para menteri dan presiden cukup sering terjadi. Meski terakhir Badan Anggaran DPR RI sempat menggelar rapat di IKN pada 20 November.
Pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, anggaran pembangunan IKN jauh menurun drastis dibanding era Presiden Jokowi.
Penurunan itu tidak hanya berdampak pada anggaran, tetapi juga pada agenda pemerintahan dan politik yang menjadi berkurang.
Sejak awal 2025, kegiatan di IKN, selain pembangunan fisik, lebih banyak diisi oleh agenda pemerintahan daerah seperti rapat koordinasi, dan acara untuk masyarakat umum. Salah satunya adalah acara Fun Run dari berbagai sponsor.
Tercatat sudah empat kali atau lebih acara run diselenggarakan, belum lagi acara lainnya. Belum lagi Trail Run dan Fun Bike.
Acara yang paling meriah belakangan ini adalah Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2025 pada 16–27 Agustus 2025, serta Peringatan HUT ke-59 organisasi Kahmi pada 9 November.
Selain itu, sepanjang tahun ini, magnet IKN lebih mengarah ke tempat wisata. Banyak pengunjung dari kabupaten dan kota di Kaltim, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara --sebagai lokasi paling dekat-- berkunjung ke sini karena ingin berwisata.
Meski hanya sebatas wisata swafoto, jumlah pengunjungnya selama 2025, khususnya momen Idulfitri lalu, tergolong tinggi. Ada juga yang datang untuk perjalanan dinas sekaligus berwisata.
Para wisatawan maupun warga yang datang dari luar Kaltim, ketika berada di Balikpapan, Samarinda, atau Penajam, hampir pasti menyempatkan diri berkunjung ke IKN.
Momen itu sejalan dengan kebijakan Otorita IKN yang telah membuka kawasan ini untuk masyarakat umum.
Otorita bahkan membantu menyiapkan sarana prasarana penunjang, seperti titik kumpul sebelum masuk IKN dengan rest area yang representatif, serta shuttle bus electric gratis untuk pengunjung yang ingin masuk ke kawasan inti IKN.
Hal itu berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana perizinan masuk kawasan inti tergolong sulit.
Banyak masyarakat Kaltim maupun luar Kalimantan yang kini bertanya-tanya, apakah IKN akan dilanjutkan atau mangkrak? Jika melihat kondisi sekarang, rasanya pembangunan akan tetap dilanjutkan. Namun progresnya melambat sesuai ketersediaan anggaran.
Apalagi Presiden Prabowo juga telah menargetkan rampungnya pembangunan gedung pemerintahan di IKN baru selesai pada 2028, ditambah dengan penetapan nama sebagai Ibu Kota Politik.
Masyarakat Kaltim di kawasan dekat IKN sebenarnya sangat diuntungkan dengan adanya pembangunan itu.
Akses jalan menjadi mulus, lebar, dan perekonomian meningkat. Banyak hotel baru dan rumah makan baru bermunculan.
Harapannya, ke depan IKN tetap berjalan, mengingat sudah banyak investasi yang masuk ke sini. Tentunya dampak ekonomi IKN harus dirasakan masyarakat sekitar dan Kaltim, bukan hanya segelintir pejabat dan pengusaha.
Selain di sektor swasta dan bisnis, Otorita IKN juga telah menjalankan roda pemerintahannya.
Banyak ASN baru maupun pejabat tinggi yang sudah bertugas di sini, yang tentunya menggunakan anggaran belanja negara untuk gaji dan operasionalnya. Termasuk disediakan rumah susunnya. (rd)
Editor : Romdani.