Oleh: Rusdiansyah Aras
Tepat hari ini, memori saya kembali ke 5 Januari 1988. Saat itu, langkah kaki saya pertama kali menapak di dunia jurnalistik bersama SKH Manuntung—dengan huruf "G" besar di belakangnya—sebelum kemudian bertransformasi menjadi Kaltim Post.
Sebagai wartawan olahraga "Kloter Pertama", saya menyaksikan dari dekat bagaimana bayi ini lahir, merangkak, hingga berlari menjadi raksasa media di Kalimantan Timur.
Tak terasa, sudah tiga tahun saya purna tugas dari gedung ini. Jabatan terakhir sebagai Direktur saya lepaskan pada April 2023 lalu, namun jiwa saya rasanya tidak pernah benar-benar pergi dari aroma kertas dan deru mesin cetak.
Reuni Singkat di Samarinda
Pukul 11.45 WITA tadi, saya menyempatkan hadir di Kantor Kaltim Post Samarinda. Menariknya, suasana fisik kantor tidak banyak berubah, memberikan rasa nostalgia yang mendalam.
Namun, yang jauh lebih mengesankan bagi saya bukan soal bangunannya, melainkan energinya.
Di bawah komando Kabiro sekaligus Wapemred, Duito Susanto, saya melihat semangat kawan-kawan masih sangat menyala. "Luar biasa" mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan suasana kerja di sana.
Tantangan Digital dan Marwah Media
Kita semua mafhum, era kejayaan surat kabar cetak mulai menghadapi tantangan hebat sejak 2018. Disrupsi digital mengubah segalanya; hari ini, orang cukup menggenggam gadget untuk mengetahui isi dunia.
Namun, di tengah pergeseran itu, saya menaruh hormat setinggi-tingginya kepada seluruh kru Kaltim Post. Mereka tidak menyerah pada keadaan. Justru di masa sulit inilah, slogan "HEBAT" benar-benar diuji dan dibuktikan.
Kaltim Post membuktikan bahwa meski platform berubah, kualitas informasi dan semangat juang adalah harga mati yang tidak bisa digantikan oleh algoritma apa pun.
Harapan untuk Masa Depan
Menutup catatan singkat ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin berpesan kepada seluruh keluarga besar Kaltim Post:
"Semangat terus, Almamaterku! Jangan pernah lelah untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan publik."
Selamat Milad ke-38. Semoga Kaltim Post tetap kokoh, tetap relevan, dan tetap HEBAT hingga tahun 2050 dan seterusnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko