Selamat Jalan Bu Mei, Surga Menantimu...

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 07:07 WIB
Hj Meiliana semasa hidup.
Hj Meiliana semasa hidup.

Oleh:

Rusdiansyah Aras

Ketua KONI Kaltim

 

KALTIMPOST.ID - Selasa (7/4) sekitar pukul 18.00 Wita, kabar duka menyentak. Meiliana, sosok birokrat perempuan tangguh yang mengukir sejarah di Kalimantan Timur, berpulang ke haribaan-Nya. Ia wafat dengan tenang di kediamannya. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Ingatan saya pun melayang ke tahun 1991. Saat itu, saya baru ditugaskan SKH Kaltim Post untuk meliput di Kantor Gubernur Kaltim. Sebelumnya, saya memulai karier sebagai wartawan olahraga pada 1988. Penugasan di “Gajah Mada” itulah yang mempertemukan saya dengan sosok luar biasa ini.

Kala itu, Bu Mei—sapaan akrabnya—bertugas di bagian protokol Pemprov Kaltim. Dari sanalah hubungan antara jurnalis dan narasumber terjalin erat. Ia dikenal gemar berbagi informasi terkait agenda dan kegiatan Gubernur Kaltim saat itu, HM Ardans.

Baca Juga: Anggaran Rp 10 Miliar Baru Terserap 20 Persen, Program Gratis Biaya Administrasi Rumah Kaltim Sepi Peminat

Berkat keterbukaan dan profesionalismenya, saya bersama rekan dari SKH Suara Kaltim, almarhum Johansyah Ibrahim, hampir tak pernah tertinggal momen aktivitas gubernur. Bu Mei menjadi jembatan informasi yang sangat membantu kerja kami di lapangan.

Di mata saya, ia adalah sosok cerdas, rendah hati, dan supel. Tak heran jika kariernya melesat cepat. Ia memulai dari bawah, lalu menapaki berbagai posisi strategis di birokrasi.

Perjalanan pengabdiannya mencatat sejumlah jabatan penting, di antaranya Asisten I Setda Provinsi Kaltim, Kepala Badiklat Kaltim, Penjabat Wali Kota Samarinda, hingga Penjabat Sekretaris Provinsi Kaltim.

Ia dikenal sebagai “Srikandi” yang berhasil menembus pucuk pimpinan birokrasi di Bumi Etam. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa dedikasi dan kompetensi melampaui batas gender.

Baca Juga: 5 Berita Dunia Penting Saat Anda Terlelap: Iran Siap Hadapi Ultimatum Trump hingga Proyek AI Elon Musk

Hubungan kami tak berhenti pada urusan pekerjaan. Ia mengenal keluarga saya dengan baik, termasuk istri saya, Nurliah Ermi. Kedekatan itu terasa personal karena ia selalu hadir dalam momen penting keluarga.

Saya masih ingat saat pernikahan putri saya, Nanda Nadiera Puteri pada 2014, dan putra saya, M Ganahadi Hutama Putera pada 2018. Bu Mei hadir memberikan doa restu.

Ikatan itu semakin erat ketika diketahui bahwa putrinya seangkatan dengan putra saya sejak di SMPN 1 hingga SMAN 1 Samarinda. Bagi kami, ia bukan sekadar pejabat, tetapi sudah seperti keluarga.

Kini, sosok tegas namun hangat itu telah tiada. Kalimantan Timur kehilangan salah satu putra-putri terbaiknya. Ia adalah pribadi baik, terutama bagi para jurnalis yang pernah merasakan kedekatannya di meja protokol.

Terima kasih atas dedikasi untuk daerah ini, Bu Mei. Kami bangga dan hormat. Selamat jalan menuju keabadian. Semoga husnul khatimah, dan surga menyambutmu. (*)

 

Editor : Ery Supriyadi
Meiliana birokrat perempuan pemprov kaltim tokoh kaltim