Oleh:
Fitriani
Mahasiswa Universitas Mulawarman dari Samarinda
KALTIMPOST.ID-Generasi z pada era digital menghadirkan dampak positif yang signifikan melalui peningkatan literasi teknologi, kreativitas dalam produksi konten, serta kesadaran sosial dan kesehatan mental yang lebih tinggi.
Mereka secara efektif memanfaatkan internet untuk mendorong inovasi, memfasilitasi pembelajaran fleksibel, memperluas wawasan global, serta meningkatkan efisiensi, dan membuka peluang baru dalam kehidupan sehari-hari melalui platform media sosial.
Pada 2024, generasi z di Indonesia secara rata-rata menghabiskan waktu 3–9 jam per hari di media sosial, dengan mayoritas berada pada rentang 4–6 jam. Platform utama yang paling sering diakses meliputi WhatsApp, TikTok, dan Instagram.
Sebanyak 63 persen generasi z mengisi waktu luang mereka dengan aktivitas scrolling di media sosial, menjadikannya sebagai kegiatan digital primer. Menurut survei IDN Research Institute (2024) terhadap 602 responden, 14 persen generasi z menggunakan media sosial selama 6–10 jam per hari. Sementara 5 persen lainnya melebihi 10 jam per hari.
Adapun dampak negatif dalam penggunaan media sosial secara masif oleh generasi z, walaupun menyediakan peluang konektivitas dan inovasi, juga menghasilkan dampak negatif yang substansial terhadap kesehatan mental, fisik, dan aspek sosial mereka.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi dalam penggunaan media sosial bagi gen z
Perbandingan Sosial: Dalam konteks media sosial, perbandingan sosial merujuk pada proses di mana individu membandingkan diri dengan orang lain melalui platform digital.
Hal ini menjadi arena bagi generasi z untuk bersaing menyajikan gambaran kehidupan ideal, yang sering memicu perasaan tidak memadai, rendah diri, dan kecemasan.
Perundungan Online: Generasi z rentan mengalami cyberbullying di media sosial, yang dapat menimbulkan depresi, kecemasan berlebih, hingga pikiran bunuh diri. Fenomena ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi justru lebih marak di ranah digital dengan korban yang semakin bertambah.
Ujaran Kebencian (Hate Speech): Ujaran kebencian di media sosial mencakup bentuk komunikasi yang menyerang atau menghina individu, seperti komentar mencemooh, penghinaan, serta penyebaran berita palsu (hoaks).
Adiksi Media Sosial: Penggunaan media sosial secara berlebihan mendorong ketergantungan berkepanjangan, yang mengganggu aktivitas lain seperti pola tidur, pekerjaan, studi, konsentrasi, hubungan sosial, serta kesehatan dan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.
Grooming dan Penipuan: Fenomena ini semakin marak, di mana pelaku mengirimkan pesan atau permintaan untuk mendapatkan uang atau barang dari korban dengan janji keuntungan atau kenikmatan. Setelah permintaan dipenuhi, janji tersebut tidak ditepati, menyebabkan kerugian material maupun fisik bagi korban.
Konten Negatif: Penyebaran konten negatif seperti materi asusila, perjudian, penghinaan, pencemaran nama baik, pemerasan, pengancaman, kesesatan, berita bohong, serta pemicu kebencian semakin mendominasi platform media sosial.
Secara keseluruhan. Generasi z pada era digital menunjukkan dualitas yang mencolok dalam interaksi dengan media sosial. Di satu sisi, mereka memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan literasi teknelogi, kreativitas konten, kesadaran sosial-mental, serta peluang inovasi dan pembelajaran global.
Di sisi lain, konsumsi masif, rata-rata 3-9 jam per hari di Indonesia (IDN Research Insitute, 2024) di picu oleh faktor seperti perbandingan sosial, cyberbullying, hate speech, adiksi, grooming penipuan, dan konten negative, yang mengakibatkan dampak destruktif terhadap kesehatan mental, fisik, dan sosial.
Fenomena itu menegaskan perlunya pendekatan holistik, termasuk penguatan literasi digital di kurikulum pendidikan regulasi platform oleh pemerintah, serta kampanye kesadaran orangtua dan masyarakat.
Dengan demikian, potensi positif media sosial bagi generasi z bisa dimaksimalkan. Sementara risiko negatif diminimaliasi, untuk membentuk generasi yang lebih resilien dan adaptif pada era digital.
Referensi:
Alhadi, HA, & Usiono, U (2025). Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Produktivitas Gen-Z. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 49–54. https://doi.org/10.62017/merdeka
Saskia Fitriana1. (2025). Generasi z dibalik layar: dampak psikologis penggunaan media sosial. MIJ, 3(1), 149–165. (rd)
Editor : Romdani.