KALTIMPOST.ID - Balikpapan baru saja mencatatkan sejarah membanggakan dengan pertumbuhan ekonomi yang melesat hingga 10,24 persen pada periode 2025. Prestasi ini kian lengkap dengan diraihnya penghargaan "Excellent City in Progressive Poverty Rate" pada kategori Economic Growth dalam ajang Governance Awards 2026 oleh Metro TV.
Penghargaan nasional ini menjadi bukti bahwa lonjakan ekonomi kita tidak hanya besar secara angka, tetapi juga efektif dalam menekan angka kemiskinan secara nyata dan progresif.
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari kepemimpinan kuat Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. Beliau berhasil merancang dan mengawal sinergi yang kokoh antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Di bawah arahan beliau, pertumbuhan ekonomi yang pesat diarahkan agar tetap berada dalam bingkai ESG (Environmental, Social, and Governance).
Sebuah kompas yang menjaga agar kemajuan kota tetap ramah lingkungan dan adil bagi seluruh warga. Secara sederhana, ESG adalah standar yang kita gunakan untuk memastikan pembangunan tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, tetapi memiliki fondasi yang kuat.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Masih Pedas di Balikpapan: Disdag Pantau Ketat Gejolak Komoditas Segar
Pertama, lingkungan (environmental): Kita menyadari bahwa kelestarian alam adalah kunci stabilitas ekonomi jangka panjang. Industri didorong untuk beralih ke praktik rendah karbon, penghematan energi dan perlindungan ekosistem pesisir kita agar tetap tangguh.
Kedua, sosial (social): Pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif. Melalui visi kepemimpinan Wali Kota, kemajuan perusahaan diintegrasikan untuk memberikan dampak langsung pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal sehingga tidak ada warga yang tertinggal.
Dan ketiga, tata kelola (governance): Transparansi dan akuntabilitas menjadi ruh dalam setiap kebijakan. Tata kelola yang jujur membangun kepercayaan tinggi dari investor dan masyarakat, yang menjadi bahan bakar utama keberlanjutan investasi di Balikpapan.
Harmoni yang dirancang oleh Wali Kota tecermin jelas dalam Laporan Tahunan CSR Balikpapan 2025. Sinergi ini membuahkan hasil yang konkret: Pertama, ekosistem kolaboratif: Jumlah perusahaan yang aktif melaporkan kontribusi sosialnya meningkat tajam hingga 271 persen dalam dua tahun terakhir.
Sebanyak 26 korporasi besar kini bergerak bersama pemerintah dalam satu langkah pembangunan yang terukur. Kedua, investasi untuk rakyat: Total dana CSR yang disalurkan mencapai Rp 17,6 miliar melalui 82 program strategis. Dana ini tidak lagi sekadar bantuan sosial biasa, melainkan investasi untuk kemandirian warga yang tepat sasaran.
Ketiga, manfaat yang luas: Lebih dari 70.000 warga telah merasakan dampaknya secara langsung. Mulai dari peningkatan keterampilan kerja bagi generasi muda hingga aksi pelestarian mangrove yang menjaga benteng alami kota kita.
Penghargaan dari Governance Awards 2026 adalah pengakuan atas keberhasilan kepemimpinan daerah dalam menyinkronkan pertumbuhan ekonomi dengan pengentasan kemiskinan. Melalui payung hukum Perda Nomor 2 Tahun 2019, setiap rupiah dari tanggung jawab sosial korporasi dikelola dengan transparan untuk mewujudkan visi Balikpapan yang mandiri dan nyaman dihuni.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah bukti kekuatan mesin ekonomi kita, namun kepemimpinan yang kuat dan prinsip ESG adalah kemudinya. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan warga yang telah terbangun ini adalah modal berharga untuk memastikan Balikpapan tidak hanya hebat secara ekonomi, tetapi juga memiliki "hati" hijau dan kepedulian sosial yang mendalam.
Mari kita terus rawat harmoni ini demi pembangunan Balikpapan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo