Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

"Mesin Prestasi" dan Filosofi Topeng Monyet di Ruang Kerja Gubernur

Redaksi • Jumat, 1 Mei 2026 | 12:11 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyambut pengurus KONI Kaltim dan perwakilan pengurus KONI Kabupaten/Kota se-Kaltim, Kamis (30/4).

 

Oleh:

Rusdiansyah Aras

Ketua KONI Kaltim

 

KALTIMPOST.ID - Pukul 16.00 Wita, Kamis (30/4), saya bersama pengurus KONI Kaltim, perwakilan KONI dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, serta didampingi Plt Kadispora Kaltim, M Faisal, memasuki ruang kerja Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum.

Sejak awal memasuki ruangan, suasana terasa berbeda. Desain yang minimalis, sederhana, dan dominan warna putih menghadirkan ketenangan tersendiri. Namun, suasana formal itu segera mencair saat pertemuan dimulai.

Gubernur Harum menyambut kami dengan hangat. Canda dan gaya komunikasinya membuat suasana yang biasanya kaku menjadi lebih cair dan akrab, jauh dari kesan protokoler yang formal.

Baca Juga: DBL Camp 2026 Saring Top 24, Termasuk Sean dari Balikpapan! Rebutan Wild Card Makin Sengit

Di tengah perbincangan, ia sempat menyampaikan cerita filosofis tentang “topeng monyet”. Kisah sederhana itu justru menjadi pemecah suasana, menghadirkan tawa sekaligus makna yang mendalam bagi kami yang hadir.

Meski suasana hangat, arah pembicaraan tetap serius. Gubernur menegaskan visi besar untuk olahraga Kalimantan Timur, terutama menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Ia menekankan bahwa KONI Kaltim harus bertransformasi menjadi “mesin prestasi” yang kuat dan terarah.

“KONI harus dinakhodai figur yang punya kapasitas, kualitas, dan kompetensi. Target kita jelas, prestasi terbaik di PON 2028,” tegasnya.

Menurutnya, pola kerja KONI tidak boleh lagi sama seperti sebelumnya. Dibutuhkan ekosistem olahraga yang solid, integrasi antarcabang olahraga, serta penguatan pembinaan berbasis sport science.

Ia juga menegaskan bahwa KONI tidak cukup hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi harus fokus pada pembinaan dan pencetakan atlet berprestasi.

“KONI harus jadi panggung sekaligus mesin prestasi. Bukan hanya pengurusnya yang terlihat, tetapi atletnya yang harus menjadi juara,” ujarnya.

Gubernur turut menyoroti cabang olahraga potensial peraih medali seperti angkat besi, gulat, taekwondo, dayung, layar, dan bulu tangkis. Selain itu, ia menekankan pentingnya cabor dengan banyak nomor medali seperti renang dan atletik.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh, termasuk peningkatan sarana dan prasarana olahraga berstandar internasional.

Baca Juga: Seno Aji Ingatkan PELTI: Kunci Prestasi Ada di Pembinaan Usia Dini

Dalam kesempatan tersebut, saya selaku ketua KONI Kaltim juga melaporkan rencana Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan memilih Ketua Umum KONI Kaltim periode 2026–2030.

Sebagai bentuk sinergi, kami berharap Gubernur dapat hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut pada 3 Juni mendatang.

Pertemuan sore itu menjadi energi baru bagi kami. Visi “mesin prestasi” yang disampaikan bukan sekadar gagasan, tetapi tantangan yang harus dijawab dengan kerja nyata dan tata kelola organisasi yang lebih baik.

Kami pulang dengan optimisme baru bahwa olahraga Kalimantan Timur memiliki masa depan cerah menuju PON 2028. (*)

 
 
 
 
Editor : Ery Supriyadi
#Rudy Mas'ud #topeng monyet #mesin prestasi #PON 2028 #KONI kaltim