Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menjemput Wajah Baru Citra Niaga: Romantisme Masa Lalu, Visi Masa Depan

Redaksi • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:58 WIB
Penulis menikmati suasana Minggu pagi di Citra Niaga Samarinda.
Penulis menikmati suasana Minggu pagi di Citra Niaga Samarinda.

 

Oleh: Rusdiansyah Aras

KALTIMPOST.ID - Minggu, 24 Mei 2026. Matahari Samarinda tepat berada di atas kepala ketika saya bersama beberapa sahabat kembali menapaki selasar Citra Niaga. Ada suasana berbeda yang langsung terasa.

Ruang publik bersejarah yang lahir pada era Wali Kota Waris Husain itu kini tampil jauh lebih megah. Kawasan yang pernah mengharumkan nama Indonesia lewat penghargaan Aga Khan Award for Architecture tersebut sedang bersolek dengan wajah baru di bawah kepemimpinan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Siang itu, saya datang bersama Wahyudi, Herry Yudistira, dan Haidar Fatoni. Kami sengaja menyusuri sudut demi sudut Citra Niaga untuk melihat lebih dekat perubahan yang terjadi. Bukan sekadar polesan kosmetik, tetapi transformasi yang terasa menyentuh banyak aspek.

Kerlip Asiatique di Tepian Mahakam

Di tengah riuhnya suasana Citra Niaga yang baru, ingatan saya melayang ke Bangkok, Thailand. Saya teringat kawasan Asiatique The Riverfront yang berdiri di tepian Sungai Chao Phraya.

Memang, Asiatique jauh lebih luas dan megah. Namun, atmosfer yang saya rasakan di Citra Niaga siang itu menghadirkan nuansa serupa.

Citra Niaga sejatinya memiliki potensi besar karena letaknya yang dekat dengan Sungai Mahakam. Kawasan ini hanya dipisahkan oleh Jalan Yos Sudarso. Perpaduan ruang publik dan kedekatan dengan sungai menghadirkan harapan baru bahwa Samarinda sedang bergerak menuju kota yang lebih modern dan manusiawi.

Kini, wajah kusam Citra Niaga perlahan menghilang. Kawasan tersebut tampil lebih rapi, bersih, dan estetis.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah penataan kabel listrik yang sebelumnya semrawut. Kini, pandangan mata terasa lebih lega tanpa kabel bergelantungan yang memotong langit kota.

Di sisi lain, geliat ekonomi juga terasa hidup. Aktivitas UMKM tampak ramai. Para pelaku usaha sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan.

Saya tidak mengetahui pasti berapa besar perputaran uang yang terjadi setiap hari di kawasan ini. Namun, satu hal yang terlihat jelas, roda ekonomi masyarakat bergerak semakin baik.

Bagi saya, Andi Harun menunjukkan karakter pemimpin yang visioner. Revitalisasi Citra Niaga menjadi salah satu bukti nyata. Sebelumnya, publik juga melihat perubahan melalui proyek Teras Samarinda dan revitalisasi Pasar Pagi menjadi pasar modern.

Catatan Kecil dari Sudut Ruang

Hampir setengah jam kami berkeliling menikmati wajah baru Citra Niaga. Menjelang azan Zuhur berkumandang sekitar pukul 11.45 WITA, saya mulai menyadari satu hal penting.

Di tengah megahnya penataan kawasan, saya belum menemukan musala representatif bagi pengunjung. Catatan kecil ini penting diperhatikan agar kawasan publik yang nyaman juga tetap ramah bagi kebutuhan ibadah masyarakat.

Setelah berkeliling, langkah kami berhenti di Kong Djie Coffee. Suasana kafe itu begitu ramai dengan lalu lalang pengunjung yang menikmati suasana akhir pekan.

Meski banyak menu modern tersedia, kami justru memilih sajian tradisional. Saya, Wahyudi, Herry, dan Haidar menikmati lempeng khas Banjar, kudapan sederhana berbahan tepung terigu dan pisang mauli.

Di atas meja kopi, obrolan hangat mengalir santai. Lempeng yang kami santap terasa lebih dari sekadar makanan. Ada kenangan masa kecil yang ikut hadir di tengah wajah modern kota.

Menatap Hari Esok

Kunjungan singkat siang itu meninggalkan satu pertanyaan penuh optimisme: perubahan apa lagi yang akan dihadirkan Pemerintah Kota Samarinda setelah ini?

Harapan masyarakat tentu semakin besar terhadap pembangunan kota ke depan.

Semoga Andi Harun selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam melanjutkan pembangunan Samarinda agar semakin nyaman, maju, dan membanggakan. (*)

 

(Penulis merupakan jurnalis senior dan sekarang aktif sebagai ketua KONI Kaltim) 

Editor : Ery Supriyadi
#revitalisasi kota #samarinda #umkm #andi harun #Citra Niaga