KALTIMPOST.ID - Empat tahun bukanlah waktu yang lama dalam siklus pembinaan olahraga. Namun, saya percaya, dalam rentang waktu tersebut sebuah perubahan besar dapat dimulai. Sejak menerima amanah memimpin KONI Kalimantan Timur periode 2022–2026, saya memegang satu prinsip sederhana: membangun fondasi yang kuat agar olahraga Benua Etam tidak berjalan di tempat, melainkan terus bergerak maju dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
Kini, di penghujung masa pengabdian, saya memilih menengok ke belakang bukan untuk berpuas diri, melainkan untuk melihat sejauh mana langkah yang telah kita tempuh bersama. Saya bersyukur karena KONI Kaltim telah mengalami banyak perubahan. Mulai dari tata kelola organisasi yang lebih transparan, pemanfaatan sport science yang mulai diterapkan dalam pembinaan, hingga pengelolaan kuota atlet dan anggaran yang lebih efektif serta efisien.
Bagi saya, transformasi tidak boleh berhenti pada konsep atau dokumen perencanaan. Perubahan harus bisa dibuktikan melalui prestasi nyata. Karena itu, PON XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara menjadi salah satu tolok ukur penting untuk melihat hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan.
Baca Juga: Bawa Laptop saat Uji Coba, Pochettino Tunggu Keputusan FIFA
Jika berbicara angka, yang dalam olahraga merupakan indikator paling objektif, Kaltim mencatat peningkatan yang cukup menggembirakan. Perolehan medali emas meningkat 54 persen dibandingkan PON XX/2021 Papua. Bahkan jika dibandingkan dengan PON XIX/2016 Jawa Barat, capaian medali emas meningkat 12 persen. Artinya, secara kualitas pembinaan dan regenerasi atlet, kita berada dalam tren yang positif.
Namun, saya juga menyadari bahwa olahraga tidak hanya berbicara tentang peningkatan statistik. Ada target yang harus dicapai dan ada harapan yang belum terpenuhi. Karena itu, saya harus jujur mengakui bahwa Kaltim belum berhasil menembus lima besar nasional seperti yang ditargetkan. Kita finis di peringkat kedelapan.
Sebagai ketua umum, saya memandang hasil tersebut sebagai tanggung jawab yang harus saya terima sepenuhnya. Persaingan olahraga nasional saat ini berkembang sangat cepat. Banyak daerah melakukan investasi besar dalam pembinaan atlet, penguatan sport science, hingga pengembangan sistem berbasis data. Kondisi ini menjadi pelajaran berharga bahwa bakat saja tidak cukup. Kita membutuhkan strategi yang lebih tajam, fokus pada cabang olahraga unggulan, serta pembinaan yang konsisten sejak usia dini.
Meski demikian, saya tetap optimistis. Lonjakan prestasi yang berhasil diraih menunjukkan bahwa fondasi yang dibangun sudah berada di jalur yang benar. Atlet-atlet Kaltim telah menunjukkan mental juang dan kemampuan untuk bersaing di level nasional. Fondasi itu harus dijaga dan terus diperkuat oleh kepengurusan berikutnya.
Baca Juga: Dari Danau Como ke Piala Dunia, Kisah Bahagia Koopmeiners
Kini, estafet kepemimpinan KONI Kaltim telah berpindah kepada Haji Anderiy Syachrum untuk masa bakti 2026–2030. Saya meyakini beliau memiliki semangat dan komitmen untuk melanjutkan perjuangan ini. Karena itu, saya mengajak seluruh insan olahraga Kaltim, mulai dari pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, akademisi, media olahraga, hingga para pencinta olahraga, untuk memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan yang baru.
Olahraga Kaltim tidak akan maju hanya karena satu figur. Prestasi hanya dapat lahir melalui kerja bersama, kolaborasi, dan semangat saling menguatkan. Kritik tentu tetap diperlukan, tetapi hendaknya menjadi kritik yang membangun dan mendorong perbaikan, bukan sebaliknya.
Tantangan yang menanti tidaklah ringan. Mulai dari pelaksanaan Porprov VIII Paser hingga persiapan menuju PON berikutnya, semuanya membutuhkan energi, gagasan, dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan olahraga di daerah ini.
Baca Juga: Argentina Ubah Jadwal Latihan, Lionel Messi dkk Hindari Terik Kansas City
Saya mengucapkan selamat bekerja kepada Haji Anderiy Syachrum beserta seluruh jajaran pengurus KONI Kaltim periode 2026–2030. Semoga olahraga Kalimantan Timur terus melangkah maju, semakin mandiri, dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Meski tidak lagi berada dalam struktur organisasi, kecintaan saya terhadap olahraga Kaltim tidak akan pernah berubah. Saya akan tetap hadir sebagai sahabat, senior, dan pendukung yang selalu siap memberikan kontribusi demi kejayaan olahraga Benua Etam.
Sekali Patriot, Tetap Patriot. (*)
(Penulis merupakan Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026)
Editor : Ery Supriyadi