Catatan Rusdianyah Aras; Estafet Silat Kaltim Menuju Panggung Dunia

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 07:50 WIB
Dua tokoh silat Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi dan Ego Arifin.
Dua tokoh silat Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi dan Ego Arifin.

KALTIMPOST.ID - Aroma sejarah tercium kuat dari arena olahraga bela diri nasional. Menteri Luar Negeri RI Sugiono resmi menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional XVI IPSI di Jakarta, menggantikan Prabowo Subianto yang sebelumnya memimpin organisasi tersebut.

Bagi Benua Etam, momentum pergantian kepemimpinan di tingkat pusat ini terasa istimewa. Dua tokoh olahraga Kalimantan Timur masuk dalam jajaran Pengurus Besar IPSI periode 2026–2030. Mereka adalah Ego Arifin dan Akhmed Reza Pahlevi.

Masuknya nama tokoh olahraga Kaltim dalam jajaran pengurus tingkat nasional menjadi bukti kepercayaan terhadap kapasitas sumber daya manusia olahraga dari Benua Etam. Pengabdian mereka kini mendapat ruang lebih luas, dari daerah menuju gelanggang nasional dan internasional.

Baca Juga: Tunjukkan Chemistry di Between Steps, Kim So Hyun–Choo Young Woo Bikin Deg-degan Fans

Tentu publik bertanya, mampukah Sugiono memenuhi ekspektasi besar yang ditinggalkan Prabowo Subianto?

Tekad utama yang diwariskan Prabowo adalah membawa pencak silat menembus panggung olahraga tertinggi sejagat, Olimpiade. Pilihan menjadikan Sugiono sebagai nakhoda baru PB IPSI terbilang strategis.

Sebagai Menteri Luar Negeri, Sugiono memiliki akses dan jejaring internasional yang luas. Instrumen diplomasi kebudayaan dan olahraga dapat menjadi modal untuk memperluas kiprah pencak silat Indonesia di berbagai negara, sekaligus mendorong upaya agar olahraga tersebut memenuhi persyaratan menuju panggung Olimpiade.

Langkah besar ini tentu tidak dapat berdiri sendiri. Sinergi lintas lembaga olahraga nasional menjadi modal penting. Dukungan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, komitmen teknis Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, serta jaringan gerakan Olimpiade dari Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Baca Juga: Big Match Arsenal vs Chelsea: Arteta Andalkan Soliditas, Alonso Bawa Serangan Eksplosif

Jika diplomasi Sugiono berpadu harmonis dengan ekosistem pembinaan olahraga yang melibatkan Kemenpora, KONI, dan NOC Indonesia, impian melihat pesilat Indonesia berlaga di panggung Olimpiade bukan lagi sekadar angan-angan.

Dari Kaltim, kita kirimkan doa dan kebanggaan. Selamat bertugas untuk Ego Arifin dan Akhmed Reza Pahlevi. Selamat berkarya untuk PB IPSI di bawah kepemimpinan Sugiono. (*)

(Penulis merupakan jurnalis senior Kaltim)

Editor : Ery Supriyadi
PB IPSI pencak silat Ego Arifin sugiono ipsi