Sikap Ksatria Kak Mambo di Ujung Masa Jabatan Kwarda Kaltim

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB
Fachruddin Djaprie
Fachruddin Djaprie
  

Oleh: Rusdiansyah Aras

(Jurnalis Senior dan Tokoh Pers Kaltim)

KALTIMPOST.ID - Keputusan penuh keteladanan datang dari Gerakan Pramuka Kalimantan Timur Fachruddin Djaprie, atau saya biasa memanggilnya Kak Mambo. Secara terbuka dirinya menyatakan tidak bersedia kembali maju sebagai calon Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Kaltim dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan pada Desember mendatang.

Padahal, dari sisi aturan dan peluang, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) serta mantan Sekretaris DPRD Kaltim ini masih memiliki kesempatan untuk memimpin satu periode lagi. Namun, Kak Mambo memilih menuntaskan masa baktinya setelah satu periode kepemimpinan.

Meski tidak ingin kembali dicalonkan sebagai Ketua Kwarda Pramuka Kaltim, pengabdiannya di dunia kepramukaan tidak akan berhenti. Kak Fachruddin Djaprie saat ini masih tercatat sebagai Andalan Kwartir Nasional.

Baca Juga: Sempat Terkendala Lahan, Talisayan Kembali Ajukan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Berau

Panggilan Keluarga dan Estafet Kepemimpinan

Bagi Kak Mambo, yang pernah mengemban amanah sebagai Asisten III Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur, keputusan ini didasari kerinduan untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga, terutama anak dan cucu-cucunya.

"Saya cukup satu periode saja," ucap Mambo singkat, tetapi sarat makna.

Lebih dari itu, ia memegang teguh keyakinan bahwa regenerasi merupakan kunci kemajuan organisasi. Kak Mambo percaya masih banyak figur di Kalimantan Timur yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan energi untuk membawa Pramuka Kaltim melangkah lebih jauh hingga ke kancah global melalui visi "Pramuka Kaltim Mendunia".

Baginya, keberlanjutan organisasi tidak boleh bergantung pada satu figur. Regenerasi harus menjadi kesempatan bagi kader-kader baru untuk menghadirkan gagasan, semangat, dan inovasi demi kemajuan Gerakan Pramuka di Bumi Etam.

Arah Pramuka Kaltim ke Depan

Meski kelak tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan Kwarda Kaltim, perhatian dan kecintaan Kak Mambo terhadap organisasi kepanduan ini tidak akan surut. Menurut pandangannya, ada sejumlah hal penting yang perlu terus diperkuat oleh kepengurusan Pramuka Kaltim mendatang.

Baca Juga: Bawaslu Kaltim Petakan Kerawanan Data Pemilih, Uji Petik Dikejar di Tengah Keterbatasan

Pertama, menjaga konsistensi pembinaan karakter. Pramuka harus tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, disiplin, andal, dan berakhlak mulia.

Kedua, beradaptasi dengan era digital. Organisasi kepanduan dituntut bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dan mampu menarik minat kaum muda di era modern.

Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus dibangun untuk mendukung kemandirian serta keberlangsungan kegiatan Pramuka di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Sikap Kak Mambo yang memilih mengakhiri kepemimpinan dengan memberikan ruang bagi regenerasi merupakan cerminan kedewasaan dalam berorganisasi. Ia menunjukkan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah pengabdian yang memiliki batas waktu.

Sementara itu, semangat mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dapat terus berlanjut, meski seseorang tidak lagi menduduki posisi tertinggi dalam organisasi.

Keputusan Kak Mambo juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pemimpin bukan semata-mata diukur dari lamanya menjabat, melainkan dari kemampuannya menyiapkan penerus dan memastikan organisasi tetap tumbuh setelah masa kepemimpinannya berakhir.

Pada akhirnya, memberi ruang bagi generasi berikutnya adalah bagian dari pengabdian itu sendiri. Sebuah sikap ksatria yang menempatkan kepentingan organisasi di atas ambisi pribadi, sekaligus membuka kesempatan bagi Pramuka Kaltim untuk terus berkembang. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Pramuka Kaltim Fachruddin Djaprie Kak Mambo Musda Pramuka Kwarda Kaltim