Jarang Disadari, Minyak Rem Sepeda Motor "Basi" Bisa Pemicu Rem Blong

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:14 WIB
BLONG: Minyak rem sepeda motor kategori basi bisa menyebabkan rem blong.(generate ai)
BLONG: Minyak rem sepeda motor kategori basi bisa menyebabkan rem blong.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Keamanan pengereman sepeda motor kerap kali hanya diukur dari tebalnya kampas atau kebersihan piringan cakram. Padahal, ada satu komponen vital yang sering luput dari perhatian pengendara, yakni minyak rem.

Meski posisinya tersembunyi, minyak rem memegang peran sentral menyalurkan tekanan hidrolik dari tuas ke kaliper. Ketika kualitasnya menurun alias "basi", potensi rem blong mendadak mengintai, terutama saat berkendara jarak jauh atau pengereman intensif.

Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Series: Kapasitas Baterai Melonjak hingga Rumor Gunakan Chipset Exynos 27

Penyebab utamanya adalah sifat kimia minyak rem yang higroskopis atau mudah menyerap uap air dari udara luar. Uap air ini merembes masuk melalui pori-pori selang maupun seal master rem.

Saat rem bekerja keras dan suhunya melonjak akibat gesekan, kandungan air di dalamnya lebih cepat mendidih ketimbang minyak rem itu sendiri. Kondisi ini menciptakan gelembung gas di dalam jalur hidrolik yang dikenal dengan istilah vapor lock.

Baca Juga: Beda Kelas dan Pasar, Mitsubishi Tegaskan Pajero Sport Tetap Mengaspal di Indonesia

Efeknya fatal. Tekanan yang seharusnya mendorong kaliper justru habis untuk memampatkan gelembung gas tersebut, sehingga tuas rem terasa kosong atau ngempos saat ditarik.

Tanda-Tanda Minyak Rem Harus Diganti

Para pengendara sebenarnya bisa mendeteksi penurunan kualitas minyak rem secara mandiri lewat beberapa indikasi:

Baca Juga: Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Paling Religius di Dunia, Peringkat Berapa?

Baca Juga: Tragis! Bocah 7 Tahun di Batang Jawa Tengah Meninggal Tersedak Bakso Saat Bermain Bersama Teman

Proses Penggantian Butuh Bleeding

Perawatan komponen ini tak bisa asal tuang. Penggantian minyak rem wajib melewati proses bleeding untuk membuang seluruh sisa gelembung udara dari saluran hidrolik. Adanya udara tersisa sedikit saja bisa mengganggu kinerja pengereman secara keseluruhan.

Pengendara diimbau segera melakukan pemeriksaan ke bengkel jika menemukan gejala-gejala tersebut. Selain minyak rem, pemeriksaan rutin pada kondisi kampas, piringan cakram, hingga potensi korosi tetap wajib dilakukan demi menjaga keselamatan berkendara di jalan raya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
minyak rem basi sepeda motor