KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Fitur power window menjadi salah satu komponen penting yang memudahkan pengemudi dan penumpang untuk membuka maupun menutup kaca mobil secara praktis. Namun, ketika fitur ini mulai bermasalah, pergerakan kaca bisa menjadi lambat, tersendat, bahkan macet total.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi membengkakkan biaya perbaikan jika kerusakan dibiarkan terlalu lama. Dilansir dari laman resmi Daihatsu, terdapat sejumlah penyebab umum serta indikasi awal yang perlu diwaspadai pemilik kendaraan.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Varian 1TB dan 2TB Dilaporkan Pakai Memori Lebih Lambat dari Varian 256GB
Masalah pada power window umumnya dipicu oleh rel kaca yang lengket, penumpukan debu pada mekanisme alur, kurangnya pelumasan, hingga komponen regulator yang sudah aus. Selain itu, karet molding pintu yang kotor atau mengeras juga kerap menjadi penyebab utama terhambatnya laju kaca.
Beberapa tanda awal kerusakan power window yang kerap dijumpai antara lain:
-
Kaca Bergerak Lambat: Kaca membutuhkan waktu lebih lama dan terasa berat saat dinaikkan atau diturunkan.
-
Muncul Suara Bising: Terdengar suara gesekan, derit, atau bunyi menyerupai gerinda saat tombol diaktifkan.
-
Gerakan Tersendat: Pergerakan kaca terasa tersentak-sentak atau kecepatannya tidak konsisten.
-
Karet Kaca Kotor atau Aus: Kondisi molding karet di sekeliling jendela terlihat menumpuk kotoran atau sudah mengeras.
Baca Juga: Simpan Makanan Sisa di Kulkas Ada Batasnya, Ahli Gizi Bagikan Prinsip "2–4–74"
Guna mencegah risiko macet, perawatan mandiri secara berkala dapat dilakukan dengan memanfaatkan cairan pelumas silikon (silicone spray) pada bagian rel dan tepi jalur kaca.
Langkah perawatannya cukup sederhana: turunkan kaca terlebih dahulu, lalu semprotkan pelumas silikon secara merata pada alur depan dan belakang rel. Setelah itu, naik-turunkan kaca beberapa kali agar pelumas meresap sempurna, lalu bersihkan sisa cairan agar tidak meninggalkan noda pada bodi mobil. Pelumas silikon sangat disarankan karena aman untuk bahan karet, tahan air, serta membantu menjaga elastisitas molding.
Baca Juga: Sakit Gigi Berulang Jangan Dianggap Sepele, Ini Bahaya Infeksi yang Bisa Menyebar ke Aliran Darah
Jika kaca tetap macet atau mengeluarkan suara abnormal setelah perawatan mandiri dilakukan, pemilik kendaraan disarankan segera membawa mobil ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih mendalam pada komponen motor, regulator, serta sistem elektrikal power window.(*)
Editor : Thomas Priyandoko